Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Intip Prediksi Berani Goldman Sachs & Morgan Stanley untuk Harga Emas Sepanjang Tahun 2026!

Nurul Hidayati • Senin, 19 Januari 2026 | 12:44 WIB
Intip Prediksi Berani Goldman Sachs & Morgan Stanley untuk Harga Emas Sepanjang Tahun 2026!
Intip Prediksi Berani Goldman Sachs & Morgan Stanley untuk Harga Emas Sepanjang Tahun 2026!

LombokPost - Ramalan Analis Global: Harga Emas 2026 Diprediksi Terus Meroket, Ini Rinciannya!

Setelah mencetak rekor agresif di angka Rp2,5 juta per gram pada akhir 2025, tren kenaikan emas diprediksi belum akan mereda.

Ketidakpastian ekonomi global dan permintaan fisik yang stabil menjadi bahan bakar utama bagi "si kuning" untuk kembali terbang di tahun 2026.

  1. Proyeksi Harga dari Lembaga Keuangan Dunia

Berdasarkan asumsi kurs Rp16.000/USD, berikut adalah simulasi harga emas per gram menurut pakar ekonomi dunia.

Beberapa analis global telah merilis proyeksi harga emas yang cukup optimis untuk tahun 2026 dengan rincian sebagai berikut.

Morgan Stanley menetapkan target untuk pertengahan tahun 2026 pada angka US$ 4.500 per ounce, atau setara dengan estimasi Rp 2.538.000 per gram.

Sementara itu, Deutsche Bank memproyeksikan harga emas di angka US$ 4.450 per ounce atau sekitar Rp 2.511.000 per gram, dengan catatan bahwa rentang harga tertingginya berpotensi menyentuh angka Rp 2,79 juta.

Proyeksi yang paling agresif datang dari Goldman Sachs, yang memprediksi harga emas dapat melonjak hingga US$ 4.900 per ounce pada akhir tahun 2026, yang jika dikonversi mencapai estimasi harga Rp 2.765.000 per gram.

  1. Kenapa Harga Emas Tetap "Hot" di 2026?

Ada empat faktor fundamental yang membuat para analis tetap optimis:

Borong Emas Bank Sentral: Berbagai negara terus memperkuat cadangan devisa mereka dengan emas untuk menjaga stabilitas.

Minat ETF Emas: Investor institusi melalui instrumen ETF (Exchange Traded Fund) terus melakukan tekanan beli yang konsisten.

Dolar AS Melemah: Hubungan terbalik antara Dolar dan Emas; saat Dolar lesu, harga emas biasanya langsung melonjak.

Geopolitik Memanas: Ketidakpastian situasi politik dunia selalu membuat investor lari ke aset aman (safe haven) yaitu emas.

  1. Strategi Investasi: Beli Sekarang atau Tunggu?

Menghadapi harga yang diprediksi terus menanjak, berikut saran bijak bagi para investor:

Prinsip "Bujet Khusus": Investasilah jika Anda memiliki dana dingin yang memang dialokasikan untuk jangka panjang.

Jangan Memaksa: Jika kebutuhan pokok belum terpenuhi, hindari membeli emas hanya karena takut tertinggal (FOMO), terutama saat harga sedang di puncak.

Konsistensi: Membeli secara bertahap (cicil) seringkali lebih aman daripada membeli dalam jumlah besar sekaligus di tengah fluktuasi harga.

1 Ounce (troy ounce) = 31,1035 gram (Catatan: Analis dunia biasanya menggunakan satuan troy ounce, namun dalam teks referensi Anda menggunakan pembagi 28,349 gram untuk konversi ke Rupiah).

Editor : Kimda Farida
#EMAS #2026 #estimasi #kenaikan #tahun