LombokPost – Awal tahun 2026 menjadi sejarah baru bagi pasar komoditas global.
Proyeksi agresif Goldman Sachs yang memprediksi emas di level US$ 4.900 per ounce atau setara Rp 2.765.000 per gram pada akhir tahun 2026 ternyata telah menjadi kenyataan lebih cepat dari jadwal.
Di tengah meroketnya harga aset safe haven ini, investor kini memburu cara untuk tidak hanya menyimpan emas, tapi juga melipatgandakan jumlahnya secara otomatis.
Mengapa Emas Menjadi "Penyelamat" di 2026?
Ketidakpastian geopolitik dan inflasi global membuktikan bahwa emas tetap menjadi lindung nilai (hedging) terbaik.
Emas berfungsi melindungi kekayaan dari devaluasi mata uang dan memberikan diversifikasi portofolio yang stabil saat pasar saham bergejolak.
Baca Juga: Harga Emas Meroket, tapi Pembelian Perhiasan di Lombok Masih Lesu
Sifatnya yang tidak terikat kebijakan moneter bank sentral menjadikannya aset paling aman di masa krisis.
Strategi Optimal: Jangan Cuma Disimpan, Depositokan!
Kini, memiliki emas saja tidak cukup. Untuk memaksimalkan keuntungan saat harga melambung, layanan Deposito Emas dari Pegadaian (sebagai Gold Bank pertama di Indonesia) menjadi solusi cerdas. Berbeda dengan tabungan biasa, Deposito Emas memungkinkan gramasi emas Anda bertambah dengan sendirinya.
Baca Juga: Ramalan Goldman Sachs Melesat Lebih Cepat, Harga Emas Tembus Rp 2,7 Juta per Gram di Awal 2026!
Keunggulan Deposito Emas Pegadaian.
Imbal Hasil 1 persen Per Tahun: Keuntungan diberikan dalam bentuk tambah gram emas, bukan uang tunai, sehingga jumlah emas Anda makin gemuk.
Bebas Biaya Administrasi: Seluruh investasi Anda bekerja maksimal tanpa potongan.
Aman & Legal: Diawasi langsung oleh OJK, menjamin transparansi penuh.
Tenor Fleksibel: Pilihan jangka waktu 6, 9, hingga 12 bulan dengan setoran awal mulai dari 5 gram.
Dengan harga emas yang sudah menyentuh angka Rp 2,7 juta, kenaikan jumlah gram melalui sistem deposito ini tentu memberikan keuntungan berlipat ganda (capital gain + tambahan gramasi) bagi para investor.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin