Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BBPOM Mataram Sidak Distributor Pangan Olahan, 18 Kaleng Sufor S-26 PG pHPro 1 Disita  

Geumerie Ayu • Selasa, 20 Januari 2026 | 19:14 WIB

 

SIDAK: Tim gabungan BBPOM Mataram melakukan sidak Sufor bayi S-26 PG pHPro 1 yang diduga tidak memenuhi ketentuan ke salah satu supermarket di Kota Mataram, Senin (19/1).
SIDAK: Tim gabungan BBPOM Mataram melakukan sidak Sufor bayi S-26 PG pHPro 1 yang diduga tidak memenuhi ketentuan ke salah satu supermarket di Kota Mataram, Senin (19/1).

LombokPost – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram bergerak cepat melakukan sterilisasi pasar di sejumlah distributor Mataram.

Langkah ini diambil menyusul adanya atensi khusus terhadap nomor bets tertentu produk susu formula (Sufor) bayi S-26 PG pHPro 1 yang diduga tidak memenuhi ketentuan.

Upaya penyisiran di distributor pangan olahan dan ritel modern di Mataram dilakukan sejak pekan lalu. Dilaksanakan tim gabungan BBPOM Mataram, Dinas Kesehatan NTB, dan Dinas Kesehatan Kota Mataram.

Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso membeberkan, fokus penelusuran menyasar produk S-26 PG pHPro 1 (Formula Bayi usia 0-6 bulan) dengan nomor izin edar ML 562209063696. Secara spesifik, petugas mencari produk dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1.

“Kami langsung turun bersama lintas sektor untuk memastikan produk dengan nomor bets tersebut tidak beredar di tangan konsumen,” tegas Yogi, Senin (19/1).

Hasilnya, petugas menemukan sebanyak 18 kaleng produk dengan kode bets 51530017C2 di salah satu sarana distributor di Mataram.

Belasan kaleng susu formula tersebut belum sempat diedarkan sejak didatangkan Oktober 2025 lalu.

“Produk tersebut sudah kami instruksikan untuk dilakukan status hold (ditahan) dan saat ini sedang dalam proses retur ke pusat. Kami pastikan produk itu tidak akan didistribusikan ke masyarakat,” tambahnya.

Untuk hasil penyisiran di tingkat ritel atau toko swalayan di wilayah Kota Mataram, tim gabungan tidak menemukan keberadaan dua nomor bets bermasalah tersebut.

Hal ini mengindikasikan penyebaran produk spesifik ini masih terlokalisir di tingkat distributor.

Yogi mengimbau kepada para orang tua untuk tetap teliti sebelum membeli produk pangan olahan, terutama susu formula bayi.

Pihaknya meminta warga segera melapor jika menemukan produk dengan nomor bets dimaksud masih terpajang di rak penjualan.

“Masyarakat harus cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Langkah antisipasi ini adalah bentuk komitmen kami dalam melindungi kesehatan masyarakat, terutama bayi yang merupakan kelompok rentan,” pungkasnya. (fer)

Editor : Pujo Nugroho
#sidak #sufor #Tidak Memenuhi Ketentuan #sterilisasi #BBPOM Mataram #susu formula #distributor pangan #temuan