Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

REKOR GILA! Analis Dunia Kecele, Harga Emas Tembus Rp 2,88 Juta Lampaui Prediksi Terliar Goldman Sachs!

Nurul Hidayati • Jumat, 23 Januari 2026 | 15:34 WIB
Ilustrasi Emas
Ilustrasi Emas

LombokPost – Pasar logam mulia benar-benar mencetak sejarah di awal tahun 2026.

Prediksi para raksasa keuangan global yang semula dianggap terlalu agresif, justru "tertabrak" oleh kenyataan pasar yang jauh lebih liar.

Berdasarkan update terbaru 23 Januari 2026, harga emas ANTAM telah menyentuh Rp 2.880.000 per gram, angka yang bahkan melampaui estimasi tertinggi para analis dunia untuk akhir tahun.

Adu Ramalan: Analis Dunia vs Realita 2026

Mari kita lihat betapa cepatnya harga emas melesat dibandingkan proyeksi para pakar.

Morgan Stanley: Memprediksi harga Rp 2.538.000/gram pada pertengahan 2026. Realitanya, angka ini sudah terlewati sejak awal Januari.

Deutsche Bank: Memberikan rentang tertinggi di Rp 2.792.000/gram. Namun, harga pasar hari ini sudah melambung jauh di atas plafon tersebut.

Goldman Sachs: Prediksi paling agresif di angka Rp 2.765.000/gram untuk akhir 2026 ternyata sudah pecah hanya dalam tiga minggu pertama di tahun ini.

Mengapa Emas Terus "Terbang" Tanpa Rem?

Setidaknya ada empat faktor utama yang menjadi bahan bakar kenaikan fantastis ini.

Aksi Borong Bank Sentral: Berbagai negara terus memperkuat cadangan emasnya demi stabilitas ekonomi.

Serbuan ETF Emas: Tekanan beli yang konsisten dari investor institusi melalui instrumen digital.

Dolar AS yang Loyo: Pelemahan kekuatan dolar memberikan panggung utama bagi emas untuk bersinar.

Tensi Geopolitik: Ketidakpastian global memaksa investor mengamankan dana ke aset safe haven.

Beli Sekarang atau Tunggu?

Meski prospek emas 2026 tetap cerah, para ahli mengingatkan untuk tetap realistis. Investasi emas sangat ideal bagi yang memiliki dana menganggur (uang dingin) dan orientasi jangka panjang.

Namun, jika dana masih terbatas, memaksakan diri membeli di harga puncak (ATH) tanpa perencanaan matang bisa berisiko saat terjadi koreksi pasar.

Editor : Kimda Farida
#EMAS #analis #harga #realita #tahun