LombokPost – Pasar logam mulia Indonesia baru saja melewati salah satu pekan paling agresif dalam sejarah.
Sejak pertengahan Januari 2026, harga emas ANTAM terus "meledak" tanpa ampun, mencetak rekor baru hampir setiap dua hari sekali.
Akumulasi kenaikan yang mencapai seperempat juta rupiah per gram dalam seminggu telah membuat banyak investor terpana.
Rekap Siklus Kenaikan "Minggu Emas" 2026 menunjukan tren yang sangat tinggi.
Mari dibedah perjalanan harga yang luar biasa ini.
Senin (19 Jan): Dibuka dengan gebrakan naik Rp 40.000 (Rp 2.703.000/gram).
Rabu (21 Jan): Meledak lagi Rp 35.000 (Rp 2.772.000/gram).
Jumat (23 Jan): Lonjakan terdahsyat Rp 90.000 dalam sehari (Rp 2.880.000/gram).
Sabtu (24 Jan): Meski akhir pekan, tetap merangkak naik Rp 7.000 (Rp 2.887.000/gram).
Senin (26 Jan): Awal pekan langsung tancap gas naik Rp 30.000 (Rp 2.917.000/gram).
Total Keuntungan: Cuan Melimpah bagi Pemegang Aset
Bagi investor yang sudah memiliki emas di awal pekan lalu (19 Januari), nilai aset mereka kini telah bertumbuh sekitar 9,5 persen hanya dalam waktu satu minggu. Percepatan ini bahkan melampaui bunga deposito bank setahun penuh hanya dalam hitungan hari.
Mengapa Naik Tanpa Henti?
Kombinasi antara aksi borong bank sentral dunia dan realisasi prediksi agresif Goldman Sachs yang terjadi lebih cepat menjadi bahan bakar utama.
Dengan harga yang kini hanya terpaut sekitar Rp 83.000 dari level psikologis Rp 3.000.000, pasar kini menanti apakah angka keramat tersebut akan tertembus sebelum bulan Januari berakhir.
Editor : Kimda Farida