Kepercayaan investor, baik asing (PMA) maupun domestik (PMDN), masih berada pada level stabil.
“Alhamdulillah, sampai sekarang belum nampak ada pengaruh terhadap investasi di NTB. Aktivitas penanaman modal kita masih berjalan normal tanpa gangguan signifikan,” ujar Irnadi.
Menurutnya meskipun situasi internasional memicu kekhawatiran di berbagai sektor ekonomi, namun belum dirasakan para pemodal di NTB.
Faktor fundamental ekonomi daerah serta potensi sumber daya alam yang melimpah dinilai masih menjadi daya tarik yang cukup kuat untuk membentengi kepercayaan investor.
Ia pun menyatakan optimismenya bahwa target-target investasi daerah tidak akan terkoreksi tajam situasi global saat ini.
“Insya Allah tidak berdampak signifikan. Kami melihat berbagai faktor pendukung investasi di NTB masih cukup kuat,” tegasnya.
Guna menjaga tren positif tersebut, Pemprov NTB tidak ingin terlena. Langkah strategis terus diperkuat.
Salah satunya dengan menggencarkan promosi potensi daerah secara lebih agresif. Fokus promosi kini tidak hanya terpaku pada menarik modal dari luar negeri, tetapi juga memperkuat penetrasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
“Kita tetap melakukan langkah-langkah promosi potensi investasi kita. Ruang lingkupnya kita perluas, tidak hanya menyasar PMA, namun juga sangat serius menggarap PMDN,” jelasnya.
NTB memiliki sektor unggulan yang menjadi jagoan dalam setiap promosi. Di antaranya, pariwisata, pertanian, peternakan, hingga energi baru terbarukan dan industri pengolahan.
NTB berkomitmen memberikan kemudahan pelayanan perizinan sebagai karpet merah bagi para investor.
“Agar iklim investasi tetap kondusif di tengah dinamika global yang tak menentu,” katanya.
Meski saat ini kondisi dinilai aman dan terkendali, Irnadi memastikan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan situasi global secara saksama.
Langkah antisipatif disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi perubahan peta ekonomi dunia yang dapat berimbas ke daerah.
“Pemantauan tetap dilakukan, tapi sejauh ini realisasi investasi kita masih on progress dan aman,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam