Kehadiran fasilitas olahraga modern ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tapi investasi kesehatan yang integrasi gaya hidup urban.
Berada di lantai teratas pusat perbelanjaan tersebut, Rooftop Padel Club membawa konsep aksesibilitas prima.
Owner Rooftop Padel Club Mataram Raymon Djendrono menyatakan, investasi ini merupakan jawaban atas peluang pasar.
Banyak konsumen yang menginginkan fasilitas olahraga tanpa sekat kemacetan dan didukung infrastruktur pendukung yang mapan.
"Lokasi kami di lantai atas mall adalah pernyataan bisnis bahwa pengalaman bermain padel yang prima harus mudah diakses dan terintegrasi dengan gaya hidup modern," ujarnya.
Rooftop Padel Club mengoperasikan lima lapangan padel sekaligus. Kapasitas tersebut sengaja disiapkan untuk membangun ekosistem komunitas yang masif.
Investasi ini juga menargetkan fungsi ganda. Yakni sebagai arena ketangkasan sekaligus social hub atau tempat berinteraksi antar-pelaku bisnis dan komunitas di Mataram.
“Kami menawarkan tempat olahraga yang membuat betah, parkir luas, dan lokasi strategis di pusat kota,” sambungnya.
Langkah berani investor ini mendapat apresiasi tinggi dari otoritas olahraga daerah.
Ketua KONI Mataram Firadz Pariska menilai kehadiran Rooftop Padel Club merupakan bentuk nyata kontribusi pihak swasta terhadap pembangunan sarana prasarana olahraga.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para investor," tegas Firadz.
Secara bisnis, olahraga padel memiliki prospek cerah. Usai menjadi cabor eksibisi di PON 2024 Aceh-Sumut, padel diproyeksikan menjadi mata lomba tetap pada PON 2028 mendatang.
Menariknya, NTB telah diajukan sebagai tuan rumah khusus untuk cabang olahraga ini.
"Pada PON 2028, NTB ditargetkan menjadi tuan rumah cabor padel. Tentu kita tidak mau hanya menjadi penonton. Kehadiran lapangan standar seperti di Mataram Mall ini menjadi modal penting agar atlet kita bisa menjulang prestasi luar biasa bagi NTB," pungkas Firadz.
Editor : Jelo Sangaji