Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penjualan UMKM Binaan Pertamina Tembus Rp 1,9 Miliar di Hari Pertama INACRAFT 2026

Geumerie Ayu • Kamis, 5 Februari 2026 | 23:01 WIB

Pengunjung melihat produk kerajinan di salah satu mengunjungi booth Mitra Binaan Pertamina dalam acara Opening Ceremony International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026  di Jakarta.
Pengunjung melihat produk kerajinan di salah satu mengunjungi booth Mitra Binaan Pertamina dalam acara Opening Ceremony International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 di Jakarta.
LombokPost – Ajang pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026, resmi dibuka pada Kamis (5/2).

Baru sehari dibuka, UMKM binaan PT Pertamina (Persero) langsung mencetak prestasi gemilang dengan membukukan total transaksi mencapai Rp1,9 miliar.

Angka fantastis ini menjadi bukti nyata bahwa produk lokal tidak hanya menang di kandang, tapi memiliki daya saing tinggi untuk pasar internasional. Capaian ini sekaligus menandai kebangkitan ekonomi kreatif Indonesia di awal tahun.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme pengunjung JCC. Menurutnya, kesuksesan ini adalah buah dari pembinaan yang konsisten dan terarah.

“Penjualan Rp1,9 miliar di hari pertama menjadi bukti bahwa kualitas produk binaan kami relevan dengan kebutuhan pasar global. Kami optimis capaian tahun ini akan melampaui tahun-tahun sebelumnya,” ujar Baron.

Hingga saat ini, Pertamina telah berhasil mengantar sekitar 200 mitra binaannya menembus pasar internasional melalui program Go Global.

Sesuai tema INACRAFT 2026, "Exploring and Celebrating Womanpreneurs in Craft", Pertamina memberikan panggung khusus bagi para pengusaha perempuan.

Keterlibatan mereka merupakan bentuk dukungan inklusif terhadap pemberdayaan ekonomi nasional.

Salah satu kisah sukses datang dari Novita Hermawan, pemilik Agrominafiber Handicraft. Usaha dekorasi rumah berbahan serat alam dari Kebumen ini telah rutin mengekspor produknya hingga ke Amerika Serikat.

“Dampaknya sangat nyata, mulai dari networking, branding, hingga omzet. Pertamina hadir memberikan dukungan nyata bagi kami pelaku usaha kecil,” tutur Novita.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, saat membuka acara menyebutkan bahwa kriya adalah kontributor ekspor terbesar kedua di ekonomi kreatif Indonesia. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor kriya mencapai 12,03 miliar USD sepanjang tahun 2025.

INACRAFT 2026 diharapkan terus menjadi ruang strategis yang mempertemukan tradisi dengan inovasi. Dengan dukungan layanan purnajual dan pembinaan berkelanjutan, UMKM Indonesia kini siap menjadi pemain utama di panggung perdagangan dunia.

 

Editor : Marthadi
#UMKM Pertamina #produk lokal #pasar global #penjualan #INACRAFT 2026