Hal itu ditegaskan dalam pertemuan strategis antara Dekranasda NTB, Bappeda NTB, Disperindag NTB, dan perwakilan UMKM di Aula Rumah Kemasan NTB, Selasa (10/2).
Pertemuan ini digelar guna meredam keresahan para pelaku usaha pasca-penutupan sementara NTB Mall.
Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal menyatakan pihaknya memahami betul kegelisahan para perajin.
Ia menganalogikan kondisi saat ini sebagai upaya berbenah agar tampilan dan manajemen NTB Mall ke depan jauh lebih profesional dibanding sebelumnya.
”NTB Mall tidak hilang, sedang dibenah. Kita ingin sistemnya berjalan lebih baik lagi. Yang kemarin sudah bagus, insyaallah ke depannya jauh lebih baik,” ujar Sinta.
Menanggapi kekhawatiran UMKM kuliner, terutama menjelang musim mudik dan Ramadan, Sinta mengajak para pelaku usaha untuk tetap optimis.
Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah akan mengupayakan produk UMKM tetap bisa tampil melalui berbagai kegiatan pemprov selama bulan Ramadan.
”Intinya tetap semangat. Selalu ada jalan keluar jika kita mau bareng-bareng,” imbuhnya.
Senada, Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan NTB Mall saat ini dalam tahap pemulihan ekosistem. Sehingga ke depan bisa tampil dengan wajah baru yang lebih hebat dan menarik.
”Rinjani itu kalau Desember sampai April tutup untuk mengembalikan dirinya setelah didaki ribuan orang. Nah, itulah yang dialami NTB Mall saat ini. Kita off-kan sebentar untuk nanti tampil lebih hebat lagi,” jelas Nelly.
Nelly menambahkan saat ini sedang dilakukan penataan kembali struktur organisasi pasca-perubahan status UPT.
Baca Juga: Review Dracin Terbaru Light of Dawn: Labirin Misteri dan Rahasia Kelam di Balik Patung Singa Kota
Meski secara administratif terdapat penyesuaian level eselon, ia menjamin kualitas layanan dan tampilan store justru akan ditingkatkan.
Sementara itu, Ketua Komunitas Sahabat UMKM NTB Ika Asni Susanthi mengaku lega setelah mendapat penjelasan langsung dari pihak pemerintah.
Ia tak menampik bahwa penutupan NTB Mall selama satu-dua bulan terakhir berdampak signifikan pada omzet para pelaku usaha.
”Alhamdulillah, sekarang sudah terang benderang,” ujarnya.
Menurut Ika, NTB Mall sangat membantu. Begitu tutup, satu sisi penghasilan hilang.
”Kami sangat berharap punya 'rumah' sendiri yang melindungi UMKM, terutama dari segi harga yang masuk akal bagi wisatawan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti keunggulan NTB Mall dibandingkan marketplace online yang seringkali membebankan kenaikan harga terlalu tinggi.
”Di NTB Mall, harga tetap terjangkau sehingga retur barang minim. Kami ingin rumah UMKM ini kembali hadir dengan perlindungan yang nyata bagi kami,” pungkasnya.
Baca Juga: 5 Film Horor Indonesia Terbaru Ini Tayang di Bulan Februari 2026
Editor : Jelo Sangaji