Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berawal Modal Kecil Kini Camilan UD Ares Jadi Raksasa Oleh-Oleh Lombok

Geumerie Ayu • Rabu, 11 Februari 2026 | 10:17 WIB

INI PRODUKNYA: Pemilik UD Ares Baiq Rokh Hilmi saat menunjukkan produk miliknya, beberapa waktu lalu.
INI PRODUKNYA: Pemilik UD Ares Baiq Rokh Hilmi saat menunjukkan produk miliknya, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Siapa sangka, raksasa di sektor buah tangan khas Lombok, bermula dari sekadar menyisihkan honor pelatihan.

Baiq Rokh Hilmi, pemilik UD Ares, membuktikan modal besar bukanlah syarat utama untuk sukses.

Ketekunan dan tangan dinginnya berhasil mengubah bonggol pisang dan rumput laut menjadi produk bernilai tinggi yang kini mempekerjakan puluhan orang.

Nama Ares memang tidak asing di telinga masyarakat Sasak Lombok. Jika biasanya ares menjadi sayur wajib saat hajatan, di tangan Baiq Rokh, bahan dasar bonggol pisang ini naik kelas menjadi camilan krispi.

Kisah ini dimulai tahun 2011. Usai mengikuti pelatihan UMKM, Baiq Rokh menerima honor Rp 500 ribu.

Tak lantas dihabiskan untuk konsumsi, ia justru memutar otak. “Saya sisihkan Rp 300 ribu untuk beli bahan, sisanya Rp 200 ribu untuk operasional. Itulah cikal bakal UD Ares,” kenangnya.

Perjalanannya tentu tak semudah membalik telapak tangan. Awalnya, ia menjajakan camilan sederhana itu dari kios ke kios dengan kemasan apa adanya.

Rumah produksinya pun dulu masih beralaskan tanah dengan peralatan yang sangat terbatas.

Satu dasawarsa lebih berlalu, potret UD Ares kini berubah total. Rumah produksi yang dulu sederhana kini sudah menjelma menjadi pabrik rumahan yang higienis dengan peralatan standar industri.

Distribusi produknya pun tak lagi dipikul atau menggunakan motor, melainkan sudah menggunakan kendaraan roda empat khusus.

Lini produknya pun semakin kaya. Tidak hanya keripik bonggol pisang, UD Ares kini dikenal sebagai sentra pengolahan rumput laut dan penyedia kopi khas Lombok dalam kemasan.

“Saya berkesimpulan, memulai usaha itu ternyata tidak harus dengan modal besar atau peralatan lengkap. Asal keinginan kuat, pasti bisa,” tegas Baiq Rokh penuh optimisme.

Baca Juga: Update Bansos Hari Ini 8 Februari 2026: Bank BNI Cairkan PKH dan BPNT Tahap 1 di 17 Daerah, Cek Daftarnya

Keberhasilan UD Ares juga menjadi angin segar bagi ekonomi kerakyatan di Kota Mataram dan Lombok Barat.

Baiq Rokh kini mempekerjakan puluhan tenaga kerja, yang mayoritas adalah ibu rumah tangga dan anak-anak putus sekolah.

Langkah UD Ares semakin mantap saat Astra Motor NTB hadir memberikan dukungan sejak tahun 2024.

Melalui jaringan Astra Motor Ampenan, perusahaan otomotif raksasa ini memberikan pendampingan intensif mulai dari standarisasi produk, penguatan branding, hingga pembenahan kemasan.

Kini, camilan UD Ares bukan lagi sekadar jajanan kampung, melainkan sajian bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Seribu Masjid.

Produknya menghiasi rak-rak pusat oleh-oleh bergengsi, siap dibawa terbang sebagai buah tangan.

Editor : Jelo Sangaji
#modal kecil #oleh-oleh lombok #UD Ares