Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

IKM Keripik Lobar Berdayakan Tenaga Kerja Lokal

Geumerie Ayu • Rabu, 11 Februari 2026 | 11:34 WIB

TUNJUKKAN PRODUK: Owner Hani Mart Jeri Irmansya menunjukkan kripik pisang dan nangka yang diproduksinya.
TUNJUKKAN PRODUK: Owner Hani Mart Jeri Irmansya menunjukkan kripik pisang dan nangka yang diproduksinya.
LombokPost – Inovasi menjadi kunci utama bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Lombok Barat untuk tetap eksis di tengah persaingan pasar. Hal inilah yang dibuktikan Jeri Irmansya, owner Hani Mart.

Semua berawal dari rasa prihatin melihat melimpahnya hasil bumi yang tak terolah maksimal. Pria asal Labuapi ini lantas menyulap pisang dan nangka menjadi produk bernilai ekonomi.

Selama ini, pisang di pasar-pasar lokal Lombok Barat kerap dijual mentah atau diolah menjadi camilan konvensional.

Di tangan Jeri, wajah pisang berubah total. Melalui bendera Hani Mart, ia menghadirkan keripik pisang cokelat dan green tea yang lebih kekinian.

“Suplai pisang di Lombok ini luar biasa banyak, tapi pengolahannya masih itu-itu saja. Kami mencoba masuk dengan inovasi agar ada nilai tambah,” ujar Jeri.

Tak hanya soal rasa, strategi pengemasan pun dipikirkan matang. Jeri menyediakan kemasan ekonomis Rp 6.000-15.000.

Strategi harga merakyat ini terbukti ampuh membuat produknya diserap dengan cepat oleh semua lapisan masyarakat.

Bukan sekadar mengejar profit semata, ada denyut pemberdayaan yang kental di dalamnya.

Jeri berkomitmen penuh menggunakan bahan baku lokal yang dipasok dari Pasar Keru, Narmada.

“Kami hindari pasokan luar daerah karena kami ingin petani kita sendiri yang berdaya,” tegasnya.

Seluruh tenaga kerja yang terlibat merupakan warga lokal. Saat ini, produk Hani Mart tidak hanya menghiasi kios-kios kecil, tetapi sudah resmi melantai di jaringan ritel modern dan berbagai supermarket di Pulau Lombok.

Varian cokelat menjadi primadona yang paling cepat ludes di pasaran.

Dalam sepekan, Hani Mart mampu memproduksi hingga 1.000 bungkus keripik, termasuk keripik buah nangka yang permintaannya terus meroket.

“Pemasaran kami sudah mencakup hampir seluruh wilayah Pulau Lombok, bahkan sudah menyeberang hingga ke Bima dan Dompu,” tambahnya.

Langkah Hani Mart menjadi bukti nyata bahwa potensi lokal jika dikelola dengan sentuhan kreativitas dan semangat pemberdayaan.

Mampu bersaing di pasar yang lebih luas sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah dari akar rumput.

Editor : Kimda Farida
#serap tenaga kerja lokal #Lobar #keripik #ikm