Dekranasda NTB memastikan pintu kolaborasi bagi produk lokal tetap terbuka lebar.
Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal menekankan pentingnya standarisasi. Tujuannya agar produk daerah mampu bersaing di panggung nasional maupun internasional.
Menurutnya, NTB Mall bukan sekadar etalase, melainkan representasi identitas daerah.
Sinta mengakui adanya dinamika dalam mencari material produk serta sistem yang perlu diperbaiki.
Saat ini, pihaknya tengah melakukan penataan organisasi agar platform pemasaran ini menjadi lebih kuat.
"Kami ingin semua produk NTB ada di NTB Mall. Namun, teman-teman di Pulau Sumbawa juga harus mempersiapkan produknya supaya layak tampil sesuai standar. Sambil menunggu baby born (NTB Mall) ini lahir, siapkan produk unggulan kalian," ujar Sinta
Ia menyoroti potensi unik seperti kain tenun Dompu dan Bima serta kuliner khasnya yang selama ini menjadi daya tarik di NTB Mall.
"Orang tahu keunikan kain Dompu dan Bima itu ya di NTB Mall. Jadi, standarisasi itu wajib agar layak jual," tegasnya.
Kekhawatiran sempat dirasakan para pelaku UMKM, salah satunya Tinar Meinarti, pemilik UMKM Songgajah dari Kabupaten Dompu.
Pengusaha produk kacang mete ini mengaku sempat terpukul saat mendengar kabar penutupan NTB Mall pada November lalu.
"Bagi kami di luar Pulau Lombok, harapan terbesar pemasaran adalah NTB Mall. Ini bukan soal jualan saja, tapi soal kepercayaan diri bahwa produk kami layak berada di luar provinsi," tutur Tinar.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Dracin Romantis yang Cocok Ditonton di Momen Valentine
Ia berharap, apa pun nama atau sistem barunya nanti, NTB Mall tetap hadir dengan kapasitas yang lebih besar. Sehingga mampu menampung produk berkualitas dari seluruh pelosok NTB.
ASN Disperindag NTB yang dulunya pengelola NTB Mall Lalu Afghan Muharror menyampaikan, meski sedang dalam masa transisi, fungsi promosi dan pemasaran dipastikan tidak boleh mandek.
"Rumah kita sekarang lebih besar. Balai kemasan, promosi, dan pemasaran produk daerah. Instruksi dari pimpinan jelas, promosi tidak boleh stop. Kami tetap menerima dan mengkurasi produk UMKM selama masa penataan ini," jelas Afghan.
Editor : Kimda Farida