Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Makin Membengkak, Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Capai 431,7 Miliar Dollar AS pada Akhir 2025

Redaksi Lombok Post • Kamis, 19 Februari 2026 | 23:40 WIB

Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika dan Rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri di Jakarta, Selasa (22/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika dan Rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri di Jakarta, Selasa (22/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
LombokPost--Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV-2025 tercatat sebesar 431,7 miliar dollar AS.

Posisi tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan kuartal III-2025 yang sebesar 427,6 miliar dollar AS, didorong oleh peningkatan pembiayaan di sektor publik.

Kenaikan ini mengindikasikan bahwa arus modal masuk ke Indonesia tetap terjaga meskipun pasar keuangan global tengah berada dalam tekanan.

Kepercayaan investor asing terhadap stabilitas ekonomi nasional menjadi faktor kunci di balik peningkatan posisi utang di sektor pemerintah.

Peningkatan di Sektor Pemerintah


Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pertumbuhan ULN pada akhir tahun 2025 didominasi oleh penarikan pinjaman sektor publik. Posisi ULN pemerintah pada kuartal IV-2025 tercatat mencapai 214,3 miliar dollar AS, naik dari 210,1 miliar dollar AS pada kuartal sebelumnya.

“Kenaikan ULN pemerintah dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global,” ujar Denny di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Penarikan ULN pemerintah difokuskan untuk mendukung sektor-sektor produktif dan prioritas nasional. Berdasarkan data sektoral, alokasi terbesar diarahkan pada sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan porsi 22,1 persen. Disusul oleh sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 19,8 persen, jasa pendidikan 16,2 persen, konstruksi 11,7 persen, serta sektor transportasi dan pergudangan sebesar 8,6 persen.

Penurunan Utang Sektor Swasta
Berbanding terbalik dengan sektor publik, kinerja utang di sektor swasta justru mencatatkan tren kontraksi. Bank Indonesia mencatat posisi ULN swasta pada kuartal IV-2025 sebesar 192,8 miliar dollar AS, menurun dari 194,5 miliar dollar AS pada kuartal III-2025.

“Berbanding terbalik dengan sektor publik, ULN swasta justru mengalami penurunan,” tuturnya.

Penurunan ini terutama didorong oleh berkurangnya kewajiban luar negeri dari korporasi nonlembaga keuangan. Bank Indonesia memastikan bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat dan terkendali, yang tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap dalam batas aman serta dominasi utang jangka panjang.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Bank Indonesia #utang negara #Ekonomi