Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pamer otot dengan menguat, nasib Rupiah malah "babak belur" dihajar Dolar AS hingga nyungsep ke level yang bikin elus dada.
Kondisi ekonomi nasional sedang menunjukkan fenomena unik namun mengkhawatirkan bagi masyarakat luas menjelang masa liburan.
Dikutip dari JawaPos.com, pergerakan pasar keuangan mencatatkan rapor merah bagi nilai tukar mata uang kita di saat yang kurang tepat.
Berdasarkan data terbaru, Rupiah terpantau melemah hingga menyentuh angka Rp 16.550 per Dolar AS.
Ironisnya, pelemahan ini terjadi justru di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan tren positif, yakni menguat di level 6.869.
Kesenjangan antara performa saham dan nilai tukar ini menjadi sorotan tajam, terutama bagi masyarakat yang berencana memanfaatkan libur panjang untuk berwisata atau belanja barang kebutuhan.
Layar digital di Bursa Efek Indonesia (BEI) memang menunjukkan grafik hijau untuk IHSG, namun bagi masyarakat umum, angka Rp 16.550 per Dolar AS adalah alarm peringatan untuk lebih bijak mengatur pengeluaran.
Editor : Marthadi