Bukan sekadar menjual kudapan, usaha ini menjadi motor penggerak pelestarian warisan kuliner tradisional melalui produk andalannya, Manjareal.
Manjareal, camilan berbahan dasar kacang tanah dan gula merah ini, bukan sekadar makanan ringan.
Proses pembuatannya yang unik, menggunakan cetakan daun lontar, serta menuntut kesabaran dan ketelitian tinggi. Setiap kepingnya adalah representasi nilai tradisi yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur Sumbawa.
Sri Kartina, Owner UMKM Sasopo Ate menyadari bahwa tradisi saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan pasar modern.
Ia kemudian bergabung dengan program Bale Berdaya, sebuah inisiatif pengembangan UMKM yang digagas PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) bersama KUMPUL.
Melalui program ini, Sri mendapatkan amunisi baru. Ia belajar banyak hal yang penting untuk mendukung usahanya.
Mulai dari tata kelola keuangan yang rapi, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), hingga strategi pemasaran digital yang kini menjadi kunci keberhasilannya.
"Setelah mengikuti Bale Berdaya, saya belajar banyak hal. Dampaknya nyata, omzet kami kini meningkat hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya," sambungnya.
Bagi Sri, manjareal adalah media cerita. Ia ingin setiap orang yang menikmati kelezatan cemilan gurih dan manis tersebut bisa merasakan kehangatan budaya Sumbawa.
"Kami ingin setiap gigitan manjareal mengingatkan orang pada tradisi yang harus tetap hidup di tengah arus modernisasi," tuturnya.
Keberhasilan Sasopo Ate kini menempatkan manjareal bukan lagi sebagai camilan lokal biasa. Melainkan sebagai ikon kuliner yang mulai dilirik pasar nasional.
Baca Juga: Inilah 5 Rekomendasi Drama Terbaik Chen Xing Xu yang Wajib Masuk Daftar Tontonan Anda
Berkat dukungan digitalisasi yang kini ia terapkan, Sri optimis produknya dapat menjangkau meja-meja makan di seluruh penjuru nusantara.
Visi besar Sri tidak berhenti pada keuntungan semata.
Ia berharap kisah Sasopo Ate dapat menjadi pemantik bagi pelaku UMKM lain di NTB untuk berani berinovasi tanpa harus meninggalkan akar budaya.
"Tradisi adalah identitas. Melalui manjareal, kami menjaga agar identitas itu tidak hilang ditelan zaman," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida