Menariknya, van listrik mungil ini bukan sekadar inovasi tunggal.
Ini merupakan buah kolaborasi strategis antara tiga raksasa otomotif Jepang yakni Suzuki, Daihatsu, dan Toyota.
Hadir sebagai solusi transportasi bisnis masa depan, Suzuki e Every menawarkan pengalaman berkendara yang senyap dan bertenaga.
Namun tetap fungsional untuk menunjang aktivitas operasional harian.
Salah satu daya tarik utama dari Suzuki e Every adalah penggunaan teknologi eAxle.
Sistem ini mengintegrasikan motor, inverter, dan transaxle dalam satu unit yang kompak.
Hasilnya, mobil listrik mini ini diklaim mampu menghasilkan torsi yang jauh lebih besar dibandingkan kendaraan bermesin bensin turbocharged di kelasnya.
Untuk urusan daya, Suzuki membenamkan baterai berkapasitas 36,6 kWh.
Dalam kondisi pengisian daya penuh, e Every sanggup menjangkau jarak hingga 257 kilometer (mode WLTC).
Jarak tempuh ini dinilai sangat ideal untuk kebutuhan logistik perkotaan maupun operasional bisnis tanpa harus sering mengisi daya.
Meski berukuran ringkas, Suzuki e Every tidak mengorbankan fungsionalitas. Penempatan baterai dilakukan secara cerdas di bawah lantai kabin.
Langkah ini bertujuan untuk mencapai pusat gravitasi yang rendah. Sehingga mobil tetap stabil dan minim guncangan saat melintasi jalanan yang tidak rata atau bergelombang.
Di sektor angkut, van ini menawarkan ruang kargo yang lapang dengan kapasitas muat maksimal mencapai 350 kilogram.
Di dalam kabin, pengemudi dimanjakan dengan cluster meter LCD warna TFT 7 inci yang modern dan sangat mudah dibaca. Memberikan informasi akurat seputar status kendaraan dan baterai.
Suzuki tidak main-main soal keselamatan. Seri e Every telah dilengkapi dengan sistem keselamatan preventif bertajuk “Smart Assist”.
Fitur-fitur canggih seperti Adaptive Driving Beam (ADB) dan lampu pandangan samping memastikan visibilitas pengemudi tetap optimal saat berkendara di malam hari.
Selain itu, tersedia aksesori pabrikan berupa kaca spion digital yang sangat membantu memastikan visibilitas belakang tetap jelas.
Terutama saat kabin penuh dengan barang muatan.
Tak hanya sebagai alat transportasi, Suzuki e Every juga memiliki fungsi sosial.
Mobil ini dirancang untuk mampu menyuplai arus listrik dari kendaraan dalam kondisi darurat, seperti saat terjadi pemadaman listrik akibat bencana alam.
Fitur ini menjadikannya aset berharga bagi pelaku bisnis sekaligus masyarakat sekitar.
Di pasar Jepang, Suzuki e Every dibanderol dengan harga mulai dari 3.146.000 yen atau setara dengan Rp 330 jutaan.
Mengingat pasar mobil komersial mungil di Indonesia yang cukup besar, kehadiran van listrik ini tentu menarik untuk dinantikan jika Suzuki Indonesia memutuskan memboyong ke tanah air.
Editor : Kimda Farida