Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kredit Perbankan di NTB Tembus Rp 78,99 Triliun

Geumerie Ayu • Selasa, 17 Maret 2026 | 11:40 WIB

Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo
Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo
LombokPost – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB mencatat pertumbuhan kredit yang signifikan. Hal ini mencerminkan roda ekonomi di Pulau Lombok dan Sumbawa masih berputar kencang.

Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo mengatakan, hingga posisi Desember 2025, penyaluran kredit perbankan di NTB tumbuh sebesar 10,21 persen secara tahunan (yoy).

Angka ini membawa total outstanding kredit menyentuh Rp 78,99 triliun.

Rudi menjelaskan, geliat pembiayaan di NTB masih bertumpu pada tiga sektor utama. Sektor bukan lapangan usaha masih mendominasi dengan porsi 45,06 persen.

Namun, sektor produktif seperti pertambangan dan penggalian memberikan kontribusi besar yakni 21,93 persen. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 18,14 persen.

Tak hanya sektor besar, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menunjukkan peranan yang kian vital.

"Khusus penyaluran kredit kepada UMKM di sektor perdagangan dan reparasi otomotif saja mencapai Rp 10,6 triliun, atau setara 50,56 persen dari total pembiayaan UMKM kita," jelas Rudi.

Meski pun penyaluran kredit melaju pesat, OJK memastikan kesehatan perbankan tetap terkendali.

Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross berada pada level 2,87 persen. Masih jauh di bawah batas aman nasional sebesar 5 persen.

Sinyal positif juga datang dari sisi penghimpunan dana. Masyarakat NTB tercatat kian gemar menabung, yang terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Per Desember 2025, DPK tumbuh 10,19 persen (yoy) menjadi Rp 51,97 triliun.

Sinkronisasi antara pertumbuhan kredit dan tabungan ini dipandang sebagai bentuk kepercayaan tinggi masyarakat terhadap stabilitas ekonomi daerah.

"Tingginya pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana ini menggambarkan kepercayaan masyarakat terhadap prospek perekonomian daerah masih sangat baik," tambah Rudi.

Baca Juga: V BTS Guncang TikTok, Akun Baru Tembus 3,5 Juta Pengikut dalam Hitungan Jam

Menatap tahun berjalan, OJK berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan yang mendukung penguatan industri perbankan.

Fokus utama tetap pada pertumbuhan yang berkelanjutan namun tetap waspada terhadap potensi risiko global.

"OJK akan terus mendorong perbankan agar tetap tumbuh secara sehat, namun tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko demi menjaga stabilitas industri keuangan di NTB," pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
#UMKM #Ekonomi #Sumbawa #perbankan #OJK #NTB #Lombok