LombokPost-- Pasar energi global kembali diguncang.
Raksasa minyak dunia, Saudi Aramco, dilaporkan memangkas pasokan minyak mentah untuk pengiriman April ke sejumlah pembeli di kawasan Asia.
Kebijakan ini muncul di tengah situasi panas akibat penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.
Penutupan jalur tersebut memaksa pengiriman minyak dialihkan melalui Laut Merah, rute yang lebih panjang dan berisiko.
Dampaknya, distribusi menjadi terganggu dan biaya logistik melonjak tajam.
Sumber industri menyebutkan bahwa pengurangan pasokan ini tidak hanya berdampak pada negara-negara Asia sebagai konsumen utama, tetapi juga berpotensi memperketat pasar energi global.
Kekhawatiran pun meningkat, terutama terkait lonjakan harga minyak dalam waktu dekat.
Selama ini, Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur paling krusial bagi perdagangan minyak dunia, dengan sekitar seperlima pasokan global melewati kawasan tersebut.
Gangguan di wilayah ini hampir selalu berdampak langsung pada stabilitas harga energi internasional.
Dengan kondisi saat ini, para analis memperingatkan potensi krisis energi baru jika situasi tak segera mereda.
Pasar kini menanti langkah lanjutan dari produsen besar lainnya serta respons negara-negara konsumen terhadap tekanan yang terus meningkat.
Editor : Kimda Farida