LombokPost - Era kerja hibrida dan tuntutan efisiensi tinggi memaksa dunia usaha untuk jeli memilih perangkat operasional.
Menjawab tantangan tersebut, pemimpin teknologi global Epson memperkenalkan standar baru solusi percetakan yang lebih bertanggung jawab melalui pendekatan Dust-Free, Heat-Free, dan Stress-Free bagi pelaku bisnis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Langkah ini diambil untuk membantu perusahaan menekan biaya operasional sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan berpusat pada manusia.
Udara Lebih Bersih dengan Dust-Free
Kualitas udara dalam ruang kerja menjadi fokus utama Epson. Berdasarkan pengujian terbaru, model inkjet bisnis Epson (seperti seri AM-C4000 dan L6490) terbukti menghasilkan emisi partikel debu halus dan ultra-halus yang sangat rendah.
Teknologi ini memastikan ruang kantor tetap bersih dari polutan sisa proses pencetakan, sehingga karyawan dapat bekerja dengan lebih fokus dan nyaman tanpa gangguan kualitas udara yang buruk.
Pangkas Tagihan Listrik hingga 85 Persen
Berbeda dengan printer laser konvensional yang membutuhkan panas tinggi, teknologi Heat-Free milik Epson mampu bekerja tanpa proses pemanasan. Hasilnya sangat signifikan.
Konsumsi Listrik Turun 85 persen: Memberikan stabilitas biaya energi bagi perusahaan.
Lebih Cepat Siap Pakai: Printer langsung mencetak tanpa menunggu waktu pemanasan (warm-up).
Minim Perawatan (Stress-Free): Dengan komponen bergerak yang 59 persen lebih sedikit, risiko kerusakan perangkat berkurang drastic.
Sehingga operasional bisnis tetap lancar tanpa hambatan teknis.
Solusi Cerdas: Fokus pada Kebutuhan A4
Epson juga menyoroti temuan menarik bahwa 98 persen kebutuhan cetak kantor sebenarnya adalah dokumen ukuran A4. Namun, banyak perusahaan masih memaksakan penggunaan mesin A3 yang besar dan boros energi.
Melalui Right Fleet Solution, Epson membantu perusahaan di NTB dan wilayah lainnya untuk melakukan audit lingkungan cetak secara gratis. Tujuannya adalah merancang kombinasi perangkat yang tepat guna, yang diklaim mampu menghemat biaya total hingga 53 persen.
Komitmen untuk Bisnis
Managing Director Epson Indonesia, Ng Ngee Khiang, menyatakan bahwa saat ini keputusan pengadaan barang tidak hanya soal harga, tetapi juga tanggung jawab lingkungan.
"Kami membantu perusahaan meningkatkan lingkungan kerja sekaligus mengoptimalkan biaya perawatan. Setiap organisasi memiliki kebutuhan berbeda, dan komitmen kami adalah membantu mereka menemukan efisiensi nyata," ungkapnya dalam keterangan resmi, Maret 2026.
Bagi pelaku usaha, adopsi teknologi inkjet bisnis ini menjadi peluang strategis untuk mendukung visi green office sekaligus meningkatkan profitabilitas melalui penghematan energi yang terukur.
Editor : Kimda Farida