Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lokal Pride, Acibara Coffee Produksi Bean Sendiri

Geumerie Ayu • Rabu, 8 April 2026 | 12:55 WIB
LOMBOK COFFEE WEEK: Stan Acibara Coffee yang hadir dalam kegiatan Epic Lombok Coffee Week di atrium Lombok Epicentrum Mall, Minggu (5/4). (FERIAL/LOMBOK POST)
LOMBOK COFFEE WEEK: Stan Acibara Coffee yang hadir dalam kegiatan Epic Lombok Coffee Week di atrium Lombok Epicentrum Mall, Minggu (5/4). (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost - Tren industri kopi di NTB, khususnya Kota Mataram, kini tidak lagi sekadar soal meracik minuman.

Melainkan penguasaan kualitas dari hulu hingga ke hilir. Hal ini dibuktikan Acibara Coffee dalam ajang Epic Lombok Coffee Week 2026 di Lombok Epicentrum Mall, pekan lalu.

Di balik deretan menu inovatif yang ditawarkan, Acibara Coffee membawa kartu as berupa biji kopi (beans) berkualitas tinggi.

 Baca Juga: Pemkab Sleman Belajar Budidaya Kopi Sembalun

Diproduksi dan ditanam langsung dari kebun milik mereka sendiri di kawasan Sembalun, Lombok Timur.

Owner Acibara Coffee Ibnu Sofyan menegaskan, kekuatan utama produknya terletak pada kontrol kualitas sejak masa tanam.

"Kami memiliki dua jenis kopi Sembalun unggulan, yaitu Arabica dan Robusta. Untuk varietas Arabica, kami menanamnya sendiri di kebun kami di Sembalun. Stoknya sangat mencukupi dan pelanggan sangat menyukainya karena memiliki flavor yang unik," jelas Ibnu.

 Baca Juga: Tingkatkan Pasar Kopi Sembalun, Kemenparekraf Fasilitasi MPIG

Tak hanya soal menanam, proses pascapanen pun menjadi perhatian serius. Untuk varietas Robusta Sembalun, Acibara menerapkan teknik long fermentation (fermentasi panjang).

Teknik ini menjadi signature lokal yang memberikan karakter rasa lebih dalam dan kuat, sekaligus menepis anggapan bahwa kopi Robusta hanya memiliki rasa yang monoton.

Selain memamerkan hasil kebun sendiri, Acibara juga melakukan strategi adu rasa dengan menghadirkan kopi impor premium, Colombia Geisha.

Baca Juga: Loka Coffee Asal Sembalun Tembus Pasar Global

Langkah ini diambil sebagai sarana edukasi bagi penikmat kopi di Mataram agar dapat membandingkan kualitas kopi lokal dengan kopi kelas dunia.

“Kami menjual beans impor Colombia Geisha di kisaran Rp 185 ribu hingga Rp 300 ribu per 100 gram,” jelasnya.

Berbekal biji kopi berkualitas, Acibara juga merilis menu-menu yang tengah populer di Jakarta dan mancanegara, seperti Dirty Magic dan Montblanc.

Kehadiran menu hype ini disambut antusias pengunjung yang ingin mencicipi tren kopi global tanpa harus meninggalkan Lombok.

Meski begitu, menu klasik berbasis kopi lokal tetap menjadi primadona. Americano Apple dan Kopi Susu Acibara tetap menduduki posisi best seller.

Ini membuktikan biji kopi hasil produksi sendiri dari tanah Sembalun memiliki tempat spesial di hati konsumen.

Keberhasilan Acibara Coffee dalam mengelola kebun sendiri hingga menjadi produk siap saji ini bisa menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM.

Penguasaan sektor hulu terbukti mampu meningkatkan nilai tambah produk. Sekaligus memperkuat identitas brand di tengah ketatnya persaingan. (fer/r6)

Editor : Redaksi
#acibara coffee #sembalun #Mancanegara #pelanggan #Lombok