LombokPost - Kenaikan harga bahan baku plastik yang kian tak terkendali mulai mencekik margin keuntungan para pelaku usaha UMKM.
Di tengah situasi sulit ini, strategi membawa wadah sendiri atau Bring Your Own Tumbler yang dipopulerkan raksasa kopi Starbucks dinilai menjadi solusi paling realistis bagi UMKM lokal untuk tetap bertahan sekaligus menekan biaya operasional.
Lonjakan harga cup plastik, sedotan, hingga kantong kresek di pasar global memberikan tekanan tambahan pada pengeluaran harian kedai kopi dan gerai minuman.
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak, Pelaku UMKM Kebingungan
Dengan mendorong konsumen membawa tumbler pribadi, pelaku UMKM dapat memangkas biaya pengadaan kemasan sekali pakai secara signifikan.
Jika harga satu set kemasan plastik terus naik, margin keuntungan per cup akan semakin tipis.
Memberikan insentif berupa potongan harga bagi pembeli yang membawa tumbler justru menjadi strategi win-win solution.
Baca Juga: Harga Plastik Naik Gila-Gilaan, UMKM Kena Imbas
Belajar dari Program Global
Strategi ini mengacu pada keberhasilan Starbucks yang secara konsisten memberikan potongan harga langsung bagi konsumen yang membawa tumbler sendiri.
Di Indonesia, kebijakan ini biasanya berupa potongan Rp5.000, bahkan mencapai diskon 50 persen pada hari-hari tertentu seperti "Tumbler Day".
Baca Juga: Harga Plastik Melejit 2 Kali Lipat! Pelaku Usaha Tertekan, Konsumen Terancam Ikut Menanggung
Namun Starbucks memang mengkhususkan program ini terbatas pada merek dagangnya; konsumen yang telah membeli Tumbler Starbucks bisa membawa botol minuman sudah bersih dan tutup dibawa konsumen.
Fleksibilitas inilah yang seharusnya bisa diadopsi oleh kedai kopi lokal maupun UMKM minuman kekinian di Lombok dan Sumbawa. Dengan memberikan diskon Rp1.000 hingga Rp2.000 saja, pelaku usaha sudah bisa menghemat biaya pembelian cup plastik premium yang harganya sering bergejolak.
Seorang konsumen Tirta Dwi Rahman mengatakan dirinya sudah sejak lama memang langganan dan dapat diskon kala program Tumbler Day.
”Saya bisa menikmati kopi dengan setengah hari dari hari biasanya. Memang bisa diadopsi sih program itu untuk UMKM yang menjual minuman kekinian saat harga plastik melonjak,” imbuhnya.
Dukung Program Zero Waste NTB
Selain aspek ekonomi, gerakan ini sejalan dengan salah satu program yang ada di Provinsi NTB dalam menekan angka sampah plastik melalui program Zero Waste.
Penggunaan tumbler tidak hanya menyelamatkan kantong pengusaha dari harga plastik yang mahal, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam pelestarian lingkungan di daerah wisata.
Meski tantangan utamanya adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang menyukai kepraktisan, pemberian insentif yang menarik dan edukasi konsisten diprediksi akan menciptakan tren baru di kalangan anak muda NTB yang kini semakin sadar lingkungan.
Penggunaan tumbler sendiri saat beli minuman ini sudah diterapkan di salah satu kedai minuman di Bandung.
Tertarikkah UMKM NTB mengadopsi cara ini dalam menekan lonjakan harga plastik?
Editor : Redaksi