LombokPost - Gerabah Banyumulek, Lombok Barat adalah salah satu kreasi NTB yang mampu tembus pasar internasional.
Dalam setahun terakhir, para perajin melaporkan adanya lonjakan permintaan ekspor yang signifikan, terutama dari Eropa.
Keunikan desain dan kualitas material yang berbeda dari daerah lain membuat gerabah Banyumulek tetap menjadi primadona.
Baca Juga: Inovasi Painting Gerabah Banyumulek Jadi Primadona
Zaenudin, salah satu perajin mengatakan, rahasia keunggulan produk mereka terletak pada bahan baku tanah liatnya yang sangat spesifik.
“Bahan baku kami ini unik karena tercampur dengan tanah yang mengandung unsur emas, perak, dan tembaga. Karakteristik ini membuat kualitas serta tampilan akhirnya berbeda dan sulit ditiru oleh daerah lain,” jelas Zaenudin.
Produk yang dihasilkan sangat variatif. Mulai dari pernak-pernik seharga Rp 5.000 hingga karya artistik besar senilai Rp 500.000 per unit.
Baca Juga: Sentra Kerajinan NTB Dilirik Pusat, Ada Gerabah Banyumulek
Kendalanya, sistem pembuatan yang masih tradisional membuat perajin kewalahan memenuhi pesanan berskala besar.
Karenanya menurut Zaenudin, sudah saatnya ada modernisasi sistem tanpa menghilangkan nilai seni tradisional.
“Kami butuh bimbingan teknologi atau bahkan fasilitas produksi berskala pabrik agar permintaan masal untuk ekspor bisa terpenuhi tepat waktu,” tambahnya.
Baca Juga: Gerabah Banyumulek Terus Berinovasi Ikuti Tren Dunia
Turut dijelaskan, kondisi ekonomi global, termasuk kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok, mau tidak mau memengaruhi biaya produksi.
Dalam satu tahun terakhir, harga gerabah di tingkat perajin mengalami penyesuaian kenaikan sekitar 20 persen.
Sementara di tingkat eksportir, kenaikan harga mencapai angka 30-40 persen. Namun, kenaikan harga ini ternyata tidak menyurutkan minat pembeli luar negeri.
Nilai seni dan eksklusivitas gerabah Banyumulek dianggap masih sebanding dengan harga yang ditawarkan.
Melihat potensi devisa dan pemberdayaan ekonomi yang besar, para pelaku usaha gerabah di Banyumulek berharap adanya dukungan konkret dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Dukungan yang diharapkan mulai dari pendampingan teknologi untuk mempercepat proses produksi tanpa merusak nilai estetika.
Dukungan fasilitas produksi berupa pembangunan area produksi bersama berskala besar.
Kemudian akses pemasaran dengan memperluas jaringan pameran internasional untuk menjaga tren positif ekspor. (fer/r6)
Editor : Redaksi