Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov NTB dan Pertamina Siapkan Skema Pangkalan Elpiji Berbasis Bumdes

Geumerie Ayu • Senin, 4 Mei 2026 | 22:16 WIB
Salah satu pangkalan elpiji di Praya Timur, Lombok Tengah, kehadiran pangkalan berbasis Bumdes nantinya semakin mempermudah warga desa untuk akses energi. (Istimewa)
Salah satu pangkalan elpiji di Praya Timur, Lombok Tengah, kehadiran pangkalan berbasis Bumdes nantinya semakin mempermudah warga desa untuk akses energi. (Istimewa)

LombokPost – Upaya mempermudah masyarakat pedesaan mengakses Elpiji, Pemprov NTB dan Pertamina melakukan sinergi.

Sinergi tersebut menyiapkan skema pangkalan Elpiji berbasis Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Integrasi ini sekaligus bagian dari akselerasi program pemberdyaaan ekonomi pedesaan.

Bumdes hadir sebagai pilar distribusi energi di tingkat lokal. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB Lalu Wiranata menegaskan, sinergi ini merupakan fondasi utama dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif.

Dikatakannya, fokus utama dari kolaborasi ini adalah pengembangan pangkalan Elpiji berbasis Bumdes. Skema ini dinilai sangat strategis karena mengubah peran desa yang semula hanya sebagai titik distribusi pasif menjadi pelaku ekonomi aktif yang mandiri.

Baca Juga: Farizon SV, Van Listrik 16-Seater yang Siap Geser Dominasi HiAce dan Elf

Ada beberapa manfaat utama dari integrasi pangkalan Elpiji melalui Bumdes. Di antaranya, perluasan akses energi dengan memastikan ketersediaan energi yang lebih merata dan terjangkau bagi masyarakat desa.

Ini juga membuka sumber pendapatan baru bagi desa yang dapat dikelola secara mandiri untuk pembangunan lokal.

“Sinergi ini mendorong desa untuk mengelola rantai pasok secara profesional melalui instrumen hukum Bumdes,” ujarnya, Minggu (3/5).

Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin sepakat, integrasi sektor energi dan perdagangan merupakan kunci percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga: Bansos PKH & BPNT Mei 2026 Segera Cair, Cek Status SIKS-NG

Upaya ini diyakini mampu menciptakan dampak langsung berupa pembukaan lapangan kerja baru serta penguatan ekonomi yang berbasis pada potensi lokal.

“Dengan desa yang mandiri secara ekonomi, beban kemiskinan di wilayah pedesaan diharapkan dapat ditekan secara signifikan,” katanya.

Optimalisasi potensi lokal ditegaskan sebagai fondasi untuk mewujudkan desa mandiri yang berkelanjutan. Pihaknya memposisikan desa sebagai garda terdepan dalam visi besar membangun daerah yang sejahtera.

“Kalau soal pengawasan, kami bekerja sama dengan teman-teman Pertamina dan Hiswana Migas. Semua kami lakukan bersama-sama melalui koordinasi intensif,” sambungnya.

Baca Juga: Jarak Tempuh Tembus 420 Kilometer, Chery QQ3 EV Siap Tantang Dominasi Wuling Air EV

Melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah dan BUMN, desa-desa di NTB kini dipersiapkan untuk menjadi motor penggerak ekonomi masa depan.  "Langkah ini memperkuat komitmen kami dalam membangun desa berdaya menuju NTB makmur mendunia," tegasnya.

Sebagai informasi, Pada 2026 NTB mendapatkan alokasi kuota elpiji sebanyak 130.802 metrik ton.

Jumlah ini tersebar di Lombok Barat sebanyak 20.343 metrik ton, Lombok Tengah 24.784 metrik ton, Lombok Timur 30.591 metrik ton, Lombok Utara 6.207 metrik ton, Kota Mataram 17.798 metrik ton.

Sedangkan Kabupaten Sumbawa sebanyak 11.003 metrik ton, Dompu 5.495 metrik ton, Bima 7.914 metrik ton, Sumbawa Barat 3.112 metrik ton, dan Kota Bima mencapai 3.555 metrik ton.

Baca Juga: BRIDA Perkuat Kolaborasi Konversi Motor Massal dan Sertifikasi Grade A

 

Editor : Akbar Sirinawa
#pangkalan elpiji #BUMDes #elpiji bersubsidi #pertamina #Pemprov NTB