Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Bintaro, Warga Berebut Minyak Goreng Murah

Geumerie Ayu • Rabu, 20 Mei 2026 | 20:05 WIB
BERDESAKAN: Warga Kelurahan Bintaro berdesakan demi memperoleh minyak goreng murah di Gerakan Pangan Murah (GPM) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB di Kantor Lurah Bintaro, Kota Mataram, Rabu (20/5). (Ferial/Lombok Post)
BERDESAKAN: Warga Kelurahan Bintaro berdesakan demi memperoleh minyak goreng murah di Gerakan Pangan Murah (GPM) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB di Kantor Lurah Bintaro, Kota Mataram, Rabu (20/5). (Ferial/Lombok Post)

LombokPost – Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di Kantor Lurah Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Rabu (20/5).

Kegiatan ini menjadi upaya pengendalian harga dan stabilisasi pasokan bahan pangan, terutama jelang Idul Adha 1447 H pekan depan.

Kegiatan GPM ini disambut antusias warga sejak pagi hari. Warga tampak memadati lokasi untuk berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan di pasar.

Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti Seminar GuruBot Awareness Lombok, Siap Dongkrak Skor Literasi dan Numerasi di NTB

Bahkan, antrean panjang dan aksi saling berdesakan sempat terjadi lantaran warga berebut membeli minyak goreng murah.

“Dari pagi sudah datang supaya kebagian minyak dan beras murah. Lumayan membantu karena harga di pasar mulai naik,” ujar salah seorang warga Bintaro, Rasifah.

Rasifah mengatakan, dirinya mengantri cukup lama demi memperoleh minyak goreng seharga Rp 15 ribu per liter. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan di pasaran sebesar Rp 17 ribu per liter.

Baca Juga: Kejari Mataram Serahkan Dua Sertifikat, Aset Lahan LCC Resmi Kembali ke PT Tripat

"Harus nahan panas ini, tapi syukurnya dapat dua liter mintak goreng," sambungnya.

Kegiatan GPM di Bintaro ini menghadirkan berbagai bahan pangan kebutuhan warga sehari-hari. Mulai dari beras, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, hingga aneka bumbu dapur dengan harga terjangkau.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Nurrahmaniah mengatakan, GPM akan terus dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Kemenkum NTB Bergerak Lindungi Tenun Muna Pa’a Dompu, Siap Didorong Jadi Produk Bernilai Tinggi

Hal itu untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Menurut Rahma, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan kerap memicu lonjakan harga bahan pokok.

Sebab itu, pemerintah hadir untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan harga tetap stabil.

Baca Juga: Pesona Gubenur Malut Sherly saat Berkunjung ke Lombok Barat, Diserbu Warga hingga Antre Swafoto

“Selain Idul Adha, GPM ini juga kita adakan untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Kami ingin masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelasnya.

 Dilanjutkan Rahma, ini merupakan GPM ketiga selama bulan Mei 2026. Namun rencananya dalam waktu dekat, GPM juga akan dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah, untuk mendekatkan akses pasar untuk masyarakat.

“Besok pada tanggal 25 Mei, GPM ini kita gelar di Kabupaten Lombok Tengah," terangnya.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram, Radiet Tetap Berkelit Vira Dibunuh OTK

Lurah Bintaro Rudy Herlambang menilai program tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Antusias warga sangat tinggi dari jam 7 pagi sudah menunggu kegiatan ini, karena memang kebutuhan pokok saat ini mengalami kenaikan. Dengan adanya pasar murah ini masyarakat sangat terbantu,” katanya.

"Kita harapkan kegiatan seperti ini dilaksanakan paling tidak dua kali dalam sebulan untuk membantu masyarakat," pungkasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#minyak goreng murah #gerakan pangan murah #Kelurahan Bintaro #IDUL ADHA #Pangan