LombokPost – Kabar gembira bagi masyarakat yang berencana berinvestasi emas. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (4/6).
Berdasarkan data Logam Mulia Antam, harga emas batangan ukuran 1 gram kini berada di level Rp 2.759.000 per gram. Angka tersebut turun Rp15.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp 2.774.000 per gram.
Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga ikut melemah. Pada perdagangan hari ini, harga buyback tercatat sebesar Rp2.571.000 per gram atau turun Rp13.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Secara akumulatif, harga emas Antam telah terkoreksi sekitar Rp 40.000 per gram sejak awal pekan. Penurunan ini sekaligus mengakhiri tren stagnan yang sempat bertahan selama dua hari terakhir.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 18.015 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah, Dunia Usaha Mulai Tertekan
Pengamat pasar menilai pelemahan harga emas dipengaruhi sejumlah sentimen global. Di antaranya penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta kenaikan imbal hasil obligasi yang membuat harga emas dunia mengalami tekanan.
Selain itu, kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan emas. Saat suku bunga tinggi, minat investor terhadap emas biasanya menurun karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil tetap.
Di tengah fluktuasi harga emas fisik, investasi emas digital semakin diminati masyarakat pada 2026. Kemudahan transaksi melalui telepon pintar dan modal yang relatif terjangkau menjadi daya tarik utama.
Baca Juga: WNA Australia Pemilik Liquid Vape Mengandung Narkoba Ditangkap Polres Lombok Utara
Saat ini masyarakat dapat mulai berinvestasi emas digital dengan dana mulai dari Rp5.000. Beberapa platform yang banyak digunakan antara lain Pegadaian Digital, Nanovest Gold, Tokopedia Emas, Shopee Emas, dan Pluang.
Bagi investor pemula, strategi yang disarankan adalah Dollar Cost Averaging (DCA), yakni membeli emas secara rutin dalam jumlah tertentu tanpa terlalu terpengaruh fluktuasi harga harian.
Masyarakat juga diingatkan untuk memastikan platform investasi yang digunakan telah mengantongi izin dan berada di bawah pengawasan otoritas terkait guna menjamin keamanan dana dan aset investasi.
Dengan harga emas yang sedang terkoreksi, kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk mulai menambah atau membangun portofolio investasi mereka sebagai instrumen pelindung nilai terhadap inflasi.
Editor : Marthadi