Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kunjungan Wisatawan Domestik ke NTB Anjlok Hingga 60 Persen

Geumerie Ayu • Kamis, 4 Juni 2026 | 14:28 WIB
LIBURAN: Sejumlah wisatawan lokal yang tengah berlibur di Pantai Mutiara di Pulau Kaung, Kecamatan Buer, Sumbawa, bulan lalu. (Ferial/Lombok Post)
LIBURAN: Sejumlah wisatawan lokal yang tengah berlibur di Pantai Mutiara di Pulau Kaung, Kecamatan Buer, Sumbawa, bulan lalu. (Ferial/Lombok Post)

LombokPost – Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS mulai memberikan tekanan hebat bagi sektor pariwisata di NTB.

Dampak paling terasa berupa penurunan drastis pada angka kunjungan wisatawan domestik ke NTB.

“Dengan periode yang sama, kita mengalami penurunan sekitar 40 sampai 60 persen untuk kunjungan wisatawan domestik,” ujar Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Sahlan M Saleh, Rabu (3/6).

Baca Juga: Rupiah Melemah, Harga Smartphone Android Naik 50 Persen  

Pemicu utama merosotnya angka kunjungan ini tidak terlepas dari melambungnya biaya perjalanan udara. Harga tiket pesawat yang selangit merupakan efek domino dari depresiasi Rupiah.

Biaya penunjang pariwisata lainnya di daerah seperti transportasi darat, akomodasi perhotelan, hingga sektor konsumsi ikut mengalami penyesuaian harga.

Akumulasi kenaikan biaya ini pada akhirnya mencekik daya beli masyarakat untuk mengalokasikan anggarannya ke sektor hiburan.

Baca Juga: Film Zombie Colony Tembus 4 Juta Penonton, Rekor Box Office Tercepat di 2026

Akhirnya, banyak calon wisatawan domestik memilih menunda rencana perjalanan, atau memangkas frekuensi liburan. 

Kondisi kontras justru terjadi pada ceruk pasar wisatawan mancanegara (wisman) yang terpantau masih berada dalam tren pertumbuhan yang positif.

Kendati demikian, laju kenaikan turis asing ini diakui belum mampu mengkompensasi berkurangnya pasar domestik.

Baca Juga: Drama Korea Terbaru Excitatio, Lee Jun Hyuk Jadi Pendeta Pengusir Setan

Menurut Sahlan, grafik kunjungan pelancong internasional mencatatkan pertumbuhan 5-10 persen.

 Angka ini dinilai belum terlalu masif lantaran mayoritas agenda perjalanan wisman telah dirancang dan dibayarkan jauh-jauh hari sebelum tiba di Indonesia.

 “Ini tidak terlalu sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar harian,” katanya.

Memitigasi penurunan pasar lokal, BPPD NTB bersama para pelaku industri pariwisata kini bergerak memperluas penetrasi pasar luar negeri.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelajar SMA di Mataram, Diduga Edarkan Sabu

Salah satu taktik yang digulirkan adalah mengadakan kegiatan Familiarization Trip (famtrip) berskala internasional.

“Kita kedatangan 37 orang dari 14 negara untuk mengikuti famtrip dan menjual produk pariwisata Indonesia, khususnya Lombok dan Sumbawa,” jelas ketua Astindo NTB ini.

Meski begitu, Sahlan menegaskan pasar domestik tidak boleh dilepaskan. Pihaknya mendesak pemerintah pusat dan daerah segera merumuskan kebijakan taktis penyelemat pariwisata daerah.

Baca Juga: 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Tuntas Tanpa Pengadilan, DJKI Ungkap Cara Cepat Lindungi Merek dan Hak Cipta

Salah satunya berupa insentif subsidi tiket pesawat. Ini demi menekan biaya perjalanan dan memulihkan gairah ekonomi daerah.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) melalui BIZAM pada April 2026 tercatat 8.686 orang. Naik 35,13 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 6.428 orang.

“Jika dibandingkan dengan April 2025 yang tercatat sebanyak 7.812 orang, jumlah wisman pada April 2026 mengalami kenaikan sebesar 11,19 persen,” bebernya.

Baca Juga: Tiwi Septiani, Mahasiswi Unram Juara 1 Duta Bahasa NTB 2026, Siap Wakili NTB ke Nasional

Sedangkan jumlah wisatawan nusantara (wisnus) pada April 2026 sebanyak 1.205.922 orang. Jumlah ini mengalami penurunan 13,46 persen dibandingkan Maret 2026 sebanyak 1.393.460 orang.

“Jika dibandingkan dengan April 2025 yang tercatat sebanyak 1.427.974 orang, jumlah wisnus pada April 2026 mengalami penurunan sebesar 15,55 persen,” pungkasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Kunjungan Wisatawan #rupiah melemah #NTB #BPPD NTB #wisatawan domestik