Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SCI Dorong Hilirisasi Industri Udang, NTB Disiapkan Jadi Pusat Pengolahan Bernilai Tambah

Kimda Farida • Jumat, 19 Juni 2026 | 15:32 WIB
KOLABORASI: Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal (dua dari kiri) bersama pengurus dan anggota Shrimp Club Indonesia (SCI) dalam acara diskusi hilirisasi industri tambak udang di Hotel Aston Inn Mataram, Jumat (19/6).
KOLABORASI: Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal (dua dari kiri) bersama pengurus dan anggota Shrimp Club Indonesia (SCI) dalam acara diskusi hilirisasi industri tambak udang di Hotel Aston Inn Mataram, Jumat (19/6).

 

LombokPost--Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki dampak ekonomi maksimal bagi daerah karena sebagian besar hasil budidaya masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku tanpa proses pengolahan lanjutan.

Kondisi ini menjadi sorotan dalam forum ramah tamah dan diskusi hilirisasi industri tambak udang yang digelar Shrimp Club Indonesia (SCI) di Mataram, Jumat (19/6).

Pertemuan tersebut mempertemukan pelaku usaha tambak udang nasional, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan industri udang NTB.

Ketua SCI Wilayah Lombok, Suriadi Adinata, mengatakan NTB memiliki lebih dari 100 tambak udang yang terdiri dari tambak intensif, semi intensif, dan tradisional.

Namun hingga kini daerah belum memiliki fasilitas pengolahan yang memadai untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi.

“Industri tambak udang sudah lama berkembang di NTB. Namun manfaat ekonominya belum optimal karena kita belum memiliki unit pengolahan yang mampu menyerap dan mengolah hasil produksi di daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tugas Kuliah, Mahasiswa Poltekpar Lombok Ciptakan Produk Wisata yang Siap Masuk Industri

Menurut Suriadi, hilirisasi menjadi kunci agar keuntungan industri tidak hanya dinikmati di luar daerah. Dengan adanya industri pengolahan, rantai bisnis mulai dari budidaya hingga produk jadi dapat terintegrasi sehingga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah.

Selain itu, diversifikasi produk dinilai penting untuk memperluas pasar. Selama ini ekspor udang Indonesia masih didominasi produk mentah ke sejumlah negara tujuan utama. Padahal, produk olahan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan peluang pasar yang lebih luas.

“Kalau ekosistem dari hulu sampai hilir bisa lengkap di daerah, maka nilai tambahnya juga akan tinggal di daerah. Ini yang sedang kami dorong bersama,” katanya.

Tak hanya hilirisasi, pelaku usaha juga meminta pemerintah mempercepat kemudahan perizinan, meningkatkan fasilitas pendukung seperti cold storage, serta menciptakan iklim investasi yang lebih ramah bagi pengusaha dan investor.

Di sisi lain, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan NTB sebagai wilayah yang ramah investasi sekaligus pusat pertumbuhan industri perikanan budidaya, khususnya udang.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyederhanakan proses perizinan usaha, memperkuat tata kelola budidaya berbasis lingkungan, serta mendukung pengembangan ekonomi biru (blue economy).

“Jangan ragukan komitmen kami untuk mendorong industri budidaya perikanan, khususnya udang. Kami ingin menciptakan daerah yang investor friendly, di mana pengusaha berkembang, masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi, dan lingkungan tetap terjaga,” tegasnya.

Iqbal juga mengungkapkan pemerintah daerah tengah memperkuat regulasi guna memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Baca Juga: KPU Siapkan Verifikasi Parpol Peserta Pemilu 2029

Salah satunya melalui kebijakan yang mengedepankan sanksi administratif sebelum penerapan sanksi pidana dalam persoalan tertentu.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor, hilirisasi industri udang diharapkan mampu menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi NTB.

Selain meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global, langkah tersebut juga diharapkan membuka lebih banyak lapangan kerja dan memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan produksi yang mencapai puluhan ribu ton setiap tahun, peluang NTB untuk menjadi pusat industri pengolahan udang nasional dinilai semakin terbuka lebar apabila didukung investasi, infrastruktur, dan kebijakan yang tepat.

Editor : Kimda Farida
#udang NTB #hilirisasi udang #Shrimp Club Indonesia #SCI #Lalu Muhammad Iqbal