LombokPost – Pemerintah NTB punya cara inklusif untuk menyulap dana cukai rokok menjadi mesin pencetak uang bagi masyarakat kecil.
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) NTB menggelar diklat kewirausahaan teknis perbengkelan motor bagi para buruh, petani tembakau, hingga warga miskin ekstrem di Kabupaten Lombok Tengah.
Program pemberdayaan ini dibiayai langsung Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026.
Baca Juga: BI NTB Pantau Ketat Aktivitas Harga Pangan Daerah Selepas Kenaikan BBM Non Subsidi
Alih-alih memberikan bantuan tunai, stimulus ekonomi kali ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan keahlian selama delapan hari hingga 24 Juni mendatang.
Sekretaris DKUKM NTB Baiq Ayu Juita Mayasari menegaskan, pelatihan intensif ini merupakan strategi jangka panjang pemerintah untuk memperluas akses ekonomi masyarakat terhadap keterampilan produktif.
Sasaran program ini sengaja dibuat sangat spesifik. Yakni menyasar kelompok masyarakat yang masuk dalam data Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Baca Juga: Nominal Simpanan Bank Umum Kuartal I di NTB Melambat
Selain meningkatkan kapasitas teknis peserta, diklat ini juga membangun semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Melalui keterampilan yang dimiliki, diharapkan peserta mampu menciptakan peluang usaha maupun lapangan kerja baru yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujar Mayasari, Kamis (18/7).
Selama delapan hari, para peserta tidak hanya diajarkan cara membongkar mesin atau memperbaiki transmisi sepeda motor. Mereka juga dibekali dengan ilmu manajemen modern.
Baca Juga: Review Dracin Terbaru “The First Jasmine”, Kisah Cinta Emosional yang Menyembuhkan
“Mulai dari dasar-dasar kewirausahaan, tata cara pengelolaan keuangan usaha, hingga strategi pelayanan konsumen (customer service) demi memenangkan persaingan pasar lokal,” jelasnya.
Langkah memanfaatkan DBHCHT ini dinilai sebagai langkah yang sangat tepat sasaran.
Pemanfaatan dana cukai hasil tembakau idealnya memang harus kembali memberikan manfaat nyata bagi ekosistem hulu sektor pertembakauan.
Melalui diklat perbengkelan ini, para petani dan buruh tembakau di Lombok Tengah kini memiliki opsi sumber penghasilan baru yang berkelanjutan di luar musim panen.
Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
“Sekaligus menjadi instrumen penting dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem di NTB yang targetnya terus ditekan hingga mendekati nol persen,” terangnya.
Usai diklat, peserta diharapkan tidak sekadar menjadi pencari kerja. Melainkan bertransformasi menjadi wirausaha baru yang mandiri, tangguh, dan mampu menggerakkan roda ekonomi di desa masing-masing.
Baca Juga: Publik Geger, Victoria Eks f(x) Tampil Elegan dan Memukau di Hangzhou
Editor : Akbar Sirinawa