Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Madu Trigona Lombok Utara Dilirik Dubai dan Singapura

Geumerie Ayu • Jumat, 19 Juni 2026 | 23:05 WIB
EKSPOR: Sahlan, produsen madu trigona Lombok Utara, menunjukkan stup madu trigona yang telah dipanen, baru-baru ini. (FERIAL/LOMBOK POST)
EKSPOR: Sahlan, produsen madu trigona Lombok Utara, menunjukkan stup madu trigona yang telah dipanen, baru-baru ini. (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost Madu trigona asal Lombok Utara ini sukses menarik perhatian pasar luar negeri. Dubai dan Singapura menjadi negara tujuan ekspornya.

Peluang ekspor ini ternyata berawal dari hal yang tidak terduga. Produsen madu trigona di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Sahlan membeberkan, berawal dari seorang pengusaha Dubai yang sedang berlibur di Lombok Utara.

Pengusaha tersebut kemudian mencicipi sampel madu trigona lokal dan terpikat. Karakteristik rasa asam-manis yang khas serta khasiat kesehatannya yang tinggi. Akhirnya, komunikasi bisnis pun terjalin.

Baca Juga: BI NTB Pantau Ketat Aktivitas Harga Pangan Daerah Selepas Kenaikan BBM Non Subsidi

Proses pengurusan dokumen, uji laboratorium mutu, hingga kesepakatan kontrak memakan waktu hampir satu tahun penuh sebelum akhirnya draf pembelian diteken bersama.

Untuk memenuhi kuota ekspor masif tersebut, Sahlan ditunjuk menghimpun pasokan dari para peternak lokal.

“Di Lombok Utara saja, kapasitas produksi gabungan kami mampu menghasilkan sekitar 15 ton setiap tiga bulan. Kami dari konsorsium sepuluh orang peternak sepakat mengambil kontrak pasok hingga 50 ton ke Dubai,” jelas Sahlan.

Baca Juga: Diklat Perbengkelan Motor, Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Namun sayangnya, rencana pelepasan ekspor perdana sebesar 50 ton madu trigona berkualitas tinggi menuju Dubai terpaksa ditangguhkan sementara.

Situasi keamanan di Timur Tengah tidak kondusif membuat pihak logistik menunda keberangkatan demi menghindari risiko keamanan.

Padahal, madu ini sudah menyelesaikan seluruh tahapan kurasi serta legalitas dokumen internasional.

Baca Juga: Nominal Simpanan Bank Umum Kuartal I di NTB Melambat

Baik dari otoritas karantina Indonesia maupun regulasi impor di Dubai.

 “Setelah semua izin dari Indonesia dan Dubai rampung, tinggal kirim saja. Tapi akhirnya terjadi konflik di sana, sehingga ekspor terpaksa tertunda,” bebernya.

Akibat penundaan sepihak ini, berimbas pada produk yang telah dikemas. Ribuan botol madu kemasan premium berstandar ekspor itu kini terpaksa menumpuk dan tersimpan rapat di gudang-gudang peternak Bayan hingga kantor penampungan di Mataram.

 “Madu masih aman kami simpan karena kualitas madu trigona asli tidak ada kedaluwarsanya. Di rumah saya sendiri saat ini ada sekitar 2.000 botol yang tertahan, belum lagi ditambah stok milik sembilan peternak lainnya,” tutur Sahlan.

Baca Juga: Review Dracin Terbaru “The First Jasmine”, Kisah Cinta Emosional yang Menyembuhkan

Meski jalur menuju Dubai terkunci sementara waktu, para peternak tidak tinggal diam.

Mitra dagang mereka di luar negeri saat ini bergerak cepat mengalihkan fokus pasar dengan menjajaki Singapura sebagai pasar alternatif terdekat di Asia Tenggara.

Langkah pengalihan pasar ke Negeri Singa tersebut menunjukkan sinyal yang sangat positif. Menurut Sahlan, progres komunikasi perdagangan ke Singapura kini sudah mencapai angka 80 persen.

Baca Juga: Merah Mencekam, Shin Min Ah Terperangkap Misteri dalam Poster Spesial Film The Eyes, Segera Tayang di Bioskop Mulai 24 Juni 2026

“Para peternak berharap jalur alternatif ini segera terealisasi sebagai solusi jangka pendek sembari menunggu situasi geopolitik Timur Tengah kembali stabil,” ujarnya.

Selain hambatan di pasar global, ekosistem peternak madu trigona di Lombok Utara saat ini juga tengah didera tekanan berat di pasar domestik. Kejayaan madu lokal kini digerogoti maraknya praktik dagang tidak sehat.

 “Banyak produk madu dari luar daerah NTB yang masuk dan dijual bebas dengan mencatut label khasiat madu trigona asli Lombok Utara,” katanya.

Baca Juga: Hasan Asari, Jagonya Aneka Jenis Madu

Banjirnya produk luar berlabel tiruan tersebut merusak psikologi harga pasar. Sahlan mengungkapkan, beberapa tahun lalu satu botol madu trigona asli ukuran 500 mililiter (ml) di tingkat peternak dengan mudah laku terjual Rp 150.000-200.000.

Namun saat ini, akibat perang harga dengan produk tiruan, merosot tajam menjadi hanya Rp 80.000-100.000 per botol.

Meski begitu, para peternak lebah di Lombok Utara tetap memelihara optimis. Mereka berharap pemerintah daerah bersedia membantu proteksi merek lokal.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Madu Trigona #Singapura #ekspor #Lombok Utara #Dubai