Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

GPM Masuk Desa, Warga Serbu Pangan Murah

Geumerie Ayu • Senin, 22 Juni 2026 | 17:16 WIB
PANGAN MURAH: Warga Dusun Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada berburu pangan murah dalam kegiatan GPM, Sabtu (20/6). (Ferial/Lombok Post)
PANGAN MURAH: Warga Dusun Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada berburu pangan murah dalam kegiatan GPM, Sabtu (20/6). (Ferial/Lombok Post)

LombokPost – Pemerintah Provinsi NTB terus mengintervensi inflasi hingga tingkat desa. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

Program itu digelar di Dusun Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Sabtu (20/6).

Ratusan warga memadati lokasi untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah dari pasaran. Telur ayam, minyak goreng, dan beras SPHP menjadi komoditas yang paling banyak diburu.

Baca Juga: UNIQLO Neighborhood Collaboration Batch 4, Produk UMKM NTB Mejeng di Mal  

Kepala Bidang Ketersediaan, Stabilisasi Pasokan, dan Harga Pangan (KSPHP) DPKP NTB Irine Silviani mengatakan, GPM menjadi salah satu langkah pemerintah meredam gejolak harga kebutuhan pokok.

Program tersebut juga memudahkan masyarakat desa memperoleh bahan pangan murah tanpa harus ke kota.

“GPM ini melibatkan sejumlah stakeholder terkait hingga pelaku UMKM,” ujarnya.

Baca Juga: Kakao Jadi Komoditas Prioritas untuk Pengembangan Ekosistem Pembiayaan di Sektor Pertanian NTB

Pelaksanaan GPM menggandeng Perum Bulog NTB, ritel modern, dan pelaku UMKM lokal. Tujuannya memperpendek rantai distribusi dan menjaga stabilitas harga pangan.

Beberapa komoditas yang disediakan antara lain beras SPHP Rp 58 ribu per kemasan 5 kilogram, telur ayam ras Rp 45 ribu per tray, dan minyak goreng Rp 15.500 per liter.

 “Ada juga beberapa komoditas dan produk lainnya yang dibutuhkan warga,” kata Irine.

Baca Juga: Sinopsis Film Horor ‘Cerita Lila’, Kisah Tragis Arwah Anak Kembar dan Rahasia Kelam Masa Lalu

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Namun, fungsi utamanya sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah.

Menurut dia, antusiasme warga cukup tinggi karena harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar.

Alhamdulillah, warga sangat antusias karena produk yang kami sediakan lebih murah,” ujarnya.

Sementara itu, Perum Bulog NTB terus memperkuat pasokan pangan di seluruh daerah. Hingga pertengahan Juni 2026, Bulog telah menyalurkan 15.390 ton beras dan 3.078.000 liter minyak goreng di NTB.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Horor Indonesia di Bulan Juni 2026, Tawarkan Teror Psikologis, Karma Masa Lalu, hingga Komedi Mistik

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB Mara Kamin Siregar mengatakan, realisasi distribusi bantuan pangan saat ini telah mencapai 89 persen. Penyaluran ditargetkan tuntas pekan ini.

Bulog juga mencatat kenaikan jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) sebesar 64 persen dibanding periode sebelumnya. Di Lombok Barat, peningkatan keluarga penerima manfaat mencapai 58 persen.

“Kenaikan jumlah penerima ini untuk mengantisipasi gejolak harga dan memperkuat daya beli masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.

Baca Juga: Kang Min Ah Bocorkan Rahasia 'Transfer Emosi' di Drama Korea Love In Sync

Bulog memastikan seluruh komoditas yang disalurkan telah melalui pengawasan kualitas. Baik untuk bantuan pangan maupun kebutuhan GPM. 

 

Editor : Akbar Sirinawa
#desa #gpm #Inflasi #pangan murah #NTB