Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Koperasi NTB Didorong Adaptif Digitalisasi

Geumerie Ayu • Selasa, 23 Juni 2026 | 19:24 WIB
SIAP BEROPERASI: Salah satu gerai KDKMP (Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih) di Kecamatan Labuapai, Kabupaten Lombok Barat yang tampak depan sudah rampung, beberapa waktu lalu. (WAHYU/LOMBOK POST)
SIAP BEROPERASI: Salah satu gerai KDKMP (Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih) di Kecamatan Labuapai, Kabupaten Lombok Barat yang tampak depan sudah rampung, beberapa waktu lalu. (WAHYU/LOMBOK POST)

LombokPost – Di era yang serba digital, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) NTB mendorong koperasi bersikap adaptif terhadap digitalisasi.

Pencatatan administrasi hingga pembukuan keuangan tidak lagi dilakukan secara manual.

Kepala DKUKM NTB H Wirawan menegaskan, transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan atau sekadar gaya hidup. Ini menjadi instrumen wajib yang harus dikuasai seluruh koperasi di NTB.

Baca Juga: Sinopsis Film Horor ‘Cerita Lila’, Kisah Tragis Arwah Anak Kembar dan Rahasia Kelam Masa Lalu

Langkah ini seiring dengan agenda besar Kementerian Koperasi yang sedang menggulirkan migrasi sistem informasi kelembagaan secara nasional.

Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) kini berkembang menjadi Simkopnas (Sistem Informasi Manajemen Koperasi Nasional).

Wirawan menjelaskan, Simkopnas ke depan akan mengintegrasikan seluruh koperasi yang aktif di Indonesia. Termasuk hampir 5.000 unit koperasi yang tersebar di wilayah NTB.

Baca Juga: UNIQLO Neighborhood Collaboration Batch 4, Produk UMKM NTB Mejeng di Mal  

Melalui Bimtek Online Single Submission (OSS), koperasi dilatih untuk akrab dengan ekosistem digital terpadu.

"Ke depan hampir semua pekerjaan dilakukan berbasis sistem. Kita tidak bisa menghindari digitalisasi, yang bisa kita lakukan adalah beradaptasi, bahkan menjadi pelopor di bidang kita masing-masing," tegasnya.

Masuknya ribuan koperasi lokal ke dalam Simkopnas, tata kelola administrasi diyakini akan menjadi jauh lebih tertib, kredibel, serta profesional.

Baca Juga: Sinopsis Lengkap Drama Korea Love In Sync, Ketika Psikolog Populer Bertemu Seleb Mati Rasa

Sistem ini telah dibekali dengan fitur mutakhir yang mempermudah tata kelola internal secara real-time.

Di antaranya, pengelolaan dan pelaporan keuangan berkala, inventarisasi dan pemantauan aset secara digital. Hingga manajemen sumber daya manusia (SDM) pengurus dan anggota.

Selain merapikan administrasi internal, integrasi ke dalam jaringan Simkopnas juga membawa keuntungan besar dari sisi komersial.

Selama ini, operasional dan jangkauan pasar koperasi di NTB cenderung terbatas pada area wilayah kerja masing-masing.

Baca Juga: Sah! Menpora Erick Thohir Serahkan SK Tuan Rumah PON 2028 ke NTB, NTT, dan DKI Jakarta

Melalui interkoneksi digital nasional ini, batas geografis tersebut otomatis runtuh.

Profil produk unggulan, hingga layanan yang dimiliki koperasi di pelosok NTB nantinya dapat diakses langsung masyarakat luas di seluruh Indonesia.

Ditambahkannya, pemahaman sistem perizinan berbasis elektronik dan manajemen digital menjadi fondasi utama. Sehingga bisa mencetak koperasi modern yang kompetitif di tingkat nasional. 

Baca Juga: RM BTS Ditunjuk Sebagai Duta Global Museum Nasional Korea, Siap Bawa Warisan Budaya Negara Ginseng Mendunia

Editor : Akbar Sirinawa
#Simkopnas #koperasi #digital #DKUKM NTB #Digitalisasi