Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tenun Pringgasela Jadi Primadona Modest Fesyen Internasional

Geumerie Ayu • Rabu, 24 Juni 2026 | 22:08 WIB
ALAMI: Proses penjemuran benang katun pilihan yang digunakan untuk pembuatan kain tenun Pringgasela, beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)
ALAMI: Proses penjemuran benang katun pilihan yang digunakan untuk pembuatan kain tenun Pringgasela, beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Kain tenun khas Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, terus bertransformasi. Mulai dari sekadar busana adat, kini perlahan menjadi primadona modest fesyen di sejumlah tempat.

Motif Sundawa, sebuah mahakarya geometris lokal menjadi motor utama melejitnya pamor wastra Lombok Timur ini di kancah internasional.

Nama Sundawa diambil secara historis dari nama sungai purba yang membelah Desa Pringgasela.

Baca Juga: LPS Godok Skema Penjaminan Polis Asuransi  

Karakteristik utama yang membuat para desainer global jatuh cinta adalah keberadaan garis vertikal tegas di bagian tengah kain.

Itu melambangkan aliran air pusaka dari hulu gunung. Keunikan visual tersebut semakin bernilai tinggi karena diproduksi 100 persen menggunakan ekstrak pewarna alam organik.

Ini berkat tangan dingin M Maliki, penenun senior sekaligus desainer lokal yang merintis galeri Sentosa Sasak Tenun sejak tahun 1995.

Baca Juga: BI NTB Ajak Masyarakat Bijak Atur Keuangan

Tidak bergerak sendiri, Maliki kini menaungi sebuah ekosistem besar yang terdiri dari beberapa kelompok tenun dengan total ratusan penenun tradisional di desanya.

Menjaga kualitas produk agar lolos standardisasi pasar internasional, Maliki menerapkan sistem pengawasan berlapis (quality control).

Setiap kelompok memiliki ketua yang bertugas menyortir hasil tenunan rumah tangga sebelum masuk ke galeri pusat.

Baca Juga: DPRD Dorong Appraisal dan Digitalisasi Aset untuk Mendongkrak PAD 

"Setiap lembar kain yang masuk ke galeri harus lolos kurasi ketat. Untuk pasar ekspor dan ajang fesyen show internasional, kami konsisten menggunakan benang katun pilihan yang diperkuat metode ramuan air tajin ketan tradisional, lalu ditenun manual dengan alat tenun gedogan selama dua minggu," tutur Maliki.

Selain mempertahankan teknik gedogan kuno, pihak galeri juga mulai mengadopsi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Alat ini untuk memproduksi varian produk turunan kreatif yang lebih ringan. Seperti bahan baku sepatu, tas etnik, hingga masker.

Pemasaran Sentosa Sasak Tenun tercatat telah menggandeng jaringan biro perjalanan asal Amerika Serikat.

Baca Juga: Pesona Kedai Sawah Sembalun, Spot Agrowisata yang Fotogenik di Kaki Rinjani

Kerja sama strategis ini membuat para turis mancanegara secara reguler datang langsung wisata edukasi ke galeri Pringgasela.

Wisatawan melihat proses memanen warna alam, nyesek (menenun), hingga memborong produk jadi.

Maliki membeberkan, pasar ekspor terbesarnya saat ini berada di Amerika Serikat, Jepang, dan Malaysia. Sedangkan untuk pasar domestik, serapan tertinggi berada di Jakarta.

Baca Juga: Kemendagri Larang Cantumkan Nominal Uang dalam Raperda Sumbangan Dana Pendidikan 

"Pelanggan dari Amerika Serikat kalau datang langsung lewat travel bisa memborong kain dan baju tenun hingga senilai Rp 40 juta dalam sekali kunjungan," tambahnya.

Meski begitu, wastra ini tidak luput dari hantaman dinamika ekonomi pascapandemi. Maliki mengakui omzet galerinya sempat terkoreksi hingga 75 persen.

Dari yang semula stabil di angka Rp 40 juta per bulan menurun menjadi kisaran Rp 10 juta per bulan akibat pengetatan arus wisata asing.

Baca Juga: Sinopsis Film Horor ‘Cerita Lila’, Kisah Tragis Arwah Anak Kembar dan Rahasia Kelam Masa Lalu

Namun Sentosa Sasak Tenun melakukan manuver dengan memperkuat penetrasi ke pasar lokal dan domestik.

Galeri merilis lini busana siap pakai berbahan tenun Pringgasela dengan harga yang lebih kompetitif. Langkah hilirisasi ini diakuinya terbukti efektif.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#tenun pringgasela #internasional #kain tenun #modest fesyen #tenun ntb