LombokPost – UMKM NTB kini resmi menjadi laboratorium percontohan internasional. Produk pelaku usaha lokal binaan daerah sukses memikat perhatian benua Afrika.
Hal ini ditandai dengan hadirnya delegasi khusus dari Ghana Exim Bank dalam kegiatan coaching program for new exportir di Mataram, Rabu (24/6).
Kegiatan coaching ini merupakan agenda strategis Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, perwakilan Kementerian Keuangan dan Kementerian Luar Negeri RI.
Baca Juga: Pengusaha di NTB Didorong Manfaatkan Subsidi Resi Gudang
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN) Disperindag NTB Aryanti Dwiyani mengatakan, tujuan utama kedatangan delegasi Ghana adalah untuk mempelajari langsung model Coaching Program for New Exporter (CPNE) Academy milik Indonesia Exim Bank.
“Formula kurikulum ini rencananya akan diadopsi secara penuh,” ujarnya.
Perempuan berhijab ini menegaskan, ini merupakan komitmen penuh pemerintah membantu usaha lokal naik kelas.
Baca Juga: Bongkar Akar Masalah Stunting di NTB, Indah Dhamayanti Putri Soroti Nasib Anak Pekerja Migran
Pemerintah menyediakan karpet merah bagi produk lokal agar kompetitif di pasar internasional.
"Melalui sinergi kuat ini, pemerintah berkomitmen hadir memberikan dukungan nyata. Mulai dari edukasi makro, pendampingan teknis, hingga fasilitasi akses pembiayaan terpadu agar komoditas unggulan NTB memiliki daya saing global," jelas Aryanti.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Exim Bank Maria Sidabutar mengatakan, ada empat pilar utama yang wajib dikunci rapat para pelaku usaha lokal jika ingin menembus rantai pasok global.
Baca Juga: 398 Siswa SMKN 1 Lingsar Jalani PKL 2026, Siap Tempa Skill dan Mental Kerja di Industri
Di antaranya, keberanian dan niat nyata dengan menghilangkan mentalitas minder dan berani menangkap peluang pasar internasional.
Kemudian konsistensi pasokan atau supply, memenuhi kuota batas permintaan kontrak secara berkala dan tepat waktu.
Menjaga kualitas produk dengan menjamin standar mutu bahan baku hingga pengemasan (packaging) sesuai.
Memahami etika bisnis internasional dengan membangun kepercayaan jangka panjang dengan jalinan komunikasi yang profesional dengan mitra.
Baca Juga: Radar AC Milan Mengarah Jauh ke Brazil
LPEI berharap para pelaku UMKM tidak cepat berpuas diri setelah pelatihan. Momentum kedatangan delegasi luar negeri ini harus dijadikan pemantik untuk memperluas jaringan pasar baru.
“Segera mengimplementasikan materi teknis ekspor, serta berani mengambil langkah nyata mengekspansi lini bisnis,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa