LombokPost – Menjual komoditas kopi di era modern tidak lagi sebatas urusan transaksi jual beli bubuk dalam kemasan.
Di tangan Hajrul Azmi, pemilik Loka Coffee Sembalun, strategi bisnis kedai kopi digeser ke level yang lebih tinggi melalui pendekatan ekonomi pengalaman.
Dia sengaja membatasi jumlah kunjungan harian demi menjaga mutu interaksi. Lini usaha asal Desa Sajang ini sukses menembus ketatnya pasar internasional.
Baca Juga: Keranjang Rotan Bale Rattan Lombok Diminati Pasar Eropa
Bagi Loka Coffee, kopi tidak cukup hanya berakhir menjadi sekadar minuman penahan kantuk. Ada narasi, standardisasi, dan rantai cerita panjang di baliknya yang bernilai komersial tinggi.
Di kedai ini, pelanggan iberikan ruang berdiskusi gratis untuk mengenal varietas, ketinggian tanaman, cita rasa, hingga proses pascapanen. Setiap cangkir dikonsep secara eksklusif.
"Jadi mereka bisa belajar langsung. Kami membuka ruang diskusi untuk berbagi pengetahuan tentang cara membuat kopi yang enak," terang Azmi.
Baca Juga: SUGA BTS Berinvestasi di SpaceX Sebelum IPO, Potensi Cuan Tembus 3.750 Persen
Strategi ini terbukti menjadi daya pikat luar biasa bagi pasar premium, khususnya wisatawan mancanegara.
Bisnis hulu-hilir Loka Coffee diperkuat dengan kehadiran training center yang terintegrasi langsung di dalam area perkebunan kopi Arabika milik pribadi serta petani binaan.
Kebun kopi binaannya kini rutin dikunjungi pelancong. Dari kacamata ekonomi makro, model bisnis yang dikembangkan Loka Coffee memberikan efek domino yang sehat pada penguatan sektor hulu.
Baca Juga: Nina Pacu, Kopi Berkualitas dari Lombok Utara
Azmi tidak berjalan sendirian. Dia melakukan pendampingan intensif kepada kelompok tani di Desa Sajang mulai dari fase perawatan pohon hingga proses panen.
Melalui edukasi pascapanen yang tepat, kualitas biji kopi mentah (green bean) yang dihasilkan petani lokal mengalami peningkatan standar mutu.
Hal ini secara otomatis mendongkrak posisi tawar harga di pasar modern dan mempertebal pendapatan.
Loka Coffee membuktikan bahwa komoditas lokal NTB sangat mampu menembus pasar global.
Baca Juga: Dari Bakso Aci, Hai.Snacks Sukses Kembangkan Sayap
UMKM tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan tampil sebagai kekuatan ekonomi baru berbasis budaya dan pengetahuan yang berkelanjutan.
Editor : Akbar Sirinawa