LombokPost – Pelaku UMKM rintisan di NTB dilatih pembuatan business plan atau rencana bisnis. Hal tersebut bagian dari upaya memperkuat tata kelola manajemen usaha rintisan yang kerap rapuh.
Total 25 UMKM rintisan di NTB terpilih mengikuti pelatihan penyusunan business plan bagi calon Tenant Pra-Inkubasi Bisnis selama dua hari, Rabu-Kamis (8-9/7).
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) NTB Wirawan menegaskan, program ekosistem inkubasi ini dirancang secara terpadu dan berjenjang.
“Tujuannya guna mengikis pola bisnis konvensional yang berjalan tanpa arah terukur,” ujarnya.
Baca Juga: DJP Nusra Blokir Ratusan Rekening Penunggak Pajak
Penguasaan terhadap penyusunan rencana bisnis dinilai sebagai kunci utama bagi para pelaku usaha baru agar mampu naik kelas.
Melalui rencana bisnis juga pebisnis dapat membaca risiko pasar. Sekaligus membuka lebar-lebar keran investasi serta pembiayaan dari lembaga keuangan maupun investor makro.
"Ketika skala usaha berkembang, efek dominonya tidak hanya dirasakan oleh pemilik modal, tetapi secara horizontal akan membuka lapangan pekerjaan baru, mendongkrak daya beli, serta memperkuat rantai pasok para mitra bisnis di daerah,” jelasnya.
“Di sinilah pentingnya penyusunan business plan sebagai kompas penunjuk arah ekspansi usaha," tegasnya.
Baca Juga: UMM Raih Paten Mesin Ekstraksi Sari Mengkudu, Hasil Riset Mahasiswa Doktor Ilmu Pertanian
Dijelaskannya, pelatihan dan pendampingan ini tidak sekadar formalitas. Peserta yang lolos tahap awal ini secara otomatis ditetapkan sebagai tenant binaan resmi. Masa inkubasinya berlangsung hingga dua tahun ke depan.
Selama periode tersebut, PLUT KUMKM NTB akan dioptimalkan sebagai lembaga inkubator penjamin mutu.
Lembaga ini akan memfasilitasi peningkatan manajemen, legalitas produk, strategi promosi digital, penyediaan ruang kerja, hingga agenda temu bisnis dengan calon investor nasional.
“Para tenant ini juga diproyeksikan mendapat hak prioritas akses program stimulan langsung dari Kementerian Koperasi dan UKM RI,” katanya.
Memastikan materi bersifat adaptif dan sesuai dengan dinamika riil dunia industri kontemporer, DKUKM NTB menggandeng praktisi dari Komunitas Tangan Di Atas (TDA).
Sinergi ini diharapkan mampu mengikis jarak antara teori akademis dengan kebutuhan taktis lapangan kerja.
Melalui program inkubasi ini, pihaknya optimis bisa melahirkan klaster wirausaha baru yang mandiri, lincah menghadapi disrupsi pasar. Selain itu, memiliki kapasitas manajerial yang unggul.
Baca Juga: Poktan Pelita Dusun Lempenge Menanti Program Cetak Sawah Baru
Editor : Akbar Sirinawa