Porprov NTB XII 2026 Dongkrak Okupansi Hotel Mataram, Hunian Kamar Tembus 80 Persen

Ferial Ayu • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:43 WIB
OKUPANSI MENINGKAT: Salah satu hotel di Mataram. Okupansi hotel di Mataram mengalami lonjakan menjadi 80 persen Selama perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026. (IVAN/LOMBOK POST)
OKUPANSI MENINGKAT: Salah satu hotel di Mataram. Okupansi hotel di Mataram mengalami lonjakan menjadi 80 persen Selama perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost – Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026 terbukti ampuh menjadi mesin penggerak ekonomi NTB, terutama di Kota Mataram.

Asosiasi Hotel Mataram (AHM) melaporkan adanya lonjakan tingkat hunian kamar (okupansi) yang kini rata-rata menyentuh angka 80 persen.

Laju pertumbuhan okupansi perhotelan ini diproyeksikan akan terus bertahan stabil hingga penutupan ajang pada 25 Juli 2026 mendatang.

Kehadiran lebih dari 4.860 atlet beserta ribuan kru kontingen dari 10 kabupaten/kota se-NTB menjadi ceruk pasar besar hotel setelah melewati masa low season.

Baca Juga: Reservasi Kamar Hotel di Mataram Jelang MotoGP Mandalika 2026 Masih Landai

Ketua AHM I Made Adiyasa membeberkan, lonjakan keterisian kamar ini didominasi penuh hotel-hotel rekanan resmi kontingen daerah.

Menariknya, perputaran uang terbesar kali ini justru berpusat pada ceruk pasar hotel kelas menengah bawah.

“Peningkatan okupansi yang menyentuh angka 80 persen ini didominasi hotel bintang satu hingga bintang tiga,” ujarnya.

Sementara untuk hotel bintang empat, pergerakannya relatif stabil. Hal itu karena segmen tersebut lebih banyak dialokasikan secara taktis untuk menampung jajaran juri, ofisial, dan tamu VIP pertandingan.

Baca Juga: Rodri Ungkap Alasan Trump Tak Masuk Foto Juara Spanyol: "Kami Ingin Mengangkat Trofi"

Berkah ekonomi dari ladang sport tourism ini terkonfirmasi langsung secara real-time di saluran penjualan digital.

Berdasarkan pantauan pada aplikasi pemesanan kamar yang populer, ketersediaan di wilayah Mataram dan sekitarnya berada pada status penuh hingga 24 Juli mendatang.

Akomodasi papan atas seperti Hotel Santika Mataram dan Hotel Aston pun dilaporkan menyisakan satu hingga dua kamar di sistem mereka. Hal  akibat masifnya gelombang pesanan kamar dari luar daerah.

Dampak ekonomi dari ajang yang mempertandingkan 51 cabang olahraga ini tidak berhenti di hotel. Tingginya angka keterisian kamar otomatis memicu multiplier effect bagi ekosistem bisnis di sekitar penginapan.

Sektor industri kuliner, warung kelontong, jasa transportasi lokal, hingga pusat perbelanjaan oleh-oleh di Kota Mataram ikut menikmati lonjakan perputaran omzet harian.

AHM berharap momentum perputaran uang yang sehat ini dapat terus dijaga para pengelola penginapan, terutama mutu layanannya.

 Sehingga citra Kota Mataram sebagai destinasi pariwisata sport tourism yang representatif kian kokoh.

Baca Juga: David Alonso Resmi Naik ke MotoGP 2027 bersama Honda, Tim yang Akan Dibela Masih Dirahasiakan 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
okupansi anjlok Porprov NTB XII 2026 Hotel Mataram Asosiasi Hotel Mataram Ekonomi