LombokPost – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB secara tegas memperingatkan para pengelola dan pemilik usaha akomodasi agar tidak mematok kenaikan harga kamar hotel secara ugal-ugalan.
Ini menyangkut perhelatan MotoGP Mandalika 2026 yang tak lama lagi diadakan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, dinamika industri perhotelan, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika saat ini sudah jauh berbeda dibanding tahun-tahun awal penyelenggaraan.
Rata-rata tingkat keterisian kamar konsisten tinggi sepanjang tahun, berkat maraknya event bergengsi.
Baca Juga: Cak Imin Lantik Pengurus DPC PKB se-NTB, Kompak Kenakan Pakaian Adat
Sehingga tidak ada lagi alasan bagi pelaku usaha untuk menerapkan strategi tarif berlebihan yang berisiko merusak reputasi pariwisata NTB dalam jangka panjang.
"Sangat tidak bijak jika masih ada yang menaikkan harga kamar secara berlebihan," tegas gubernur.
Iqbal menekankan, penyesuaian tarif akibat tingginya demand tetap dimungkinkan. Namun wajib tunduk pada batas kewajaran dan pergub yang berlaku.
Tidak hanya sektor perhotelan, gubernur NTB juga meminta maskapai penerbangan untuk mempersiapkan jadwal penerbangan tambahan atau extra flight dan harga tiket pesawat jauh-jauh hari.
Baca Juga: Hebat, Tarung Derajat Satlat Meninting Sumbang Satu Emas untuk Lombok Barat
Permintaan extra flight diajukan lebih awal agar penonton luar daerah dapat menyusun rencana perjalanan secara pasti.
Gubernur NTB tidak ingin wisatawan yang telah membeli tiket balapan gagal terbang akibat kelangkaan armada. Atau harga tiket pesawat yang melambung tak terkendali.
Sebagai langkah konkret persoalan logistik dan tarif, Pemprov NTB menggeser jadwal Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan MotoGP menjadi lebih awal di akhir Juli ini. Biasanya, Rakor baru akan digelar sebulan menjelang event.
Mantan duta besar RI untuk Turki ini optimis, dengan mengurai persoalan akomodasi, konektivitas udara, hingga harga tiket sejak awal akan berdampak baik.
Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 dapat berjalan mulus sekaligus memberikan multiplier effect ekonomi yang sehat dan berkesinambungan bagi masyarakat NTB.
Asosiasi Hotel Mataram (AHM) menyebut pemesanan kamar untuk MotoGP Mandalika 2026 masih landai. Okupansi hotel di kawasan utama Mandalika saat ini baru menyentuh angka sekitar 70 persen.
Baca Juga: Ukir Sejarah, Kempo Lombok Tengah Raih Juara Umum Porprov NTB 2026
Sesuai pola tahun-tahun sebelumnya, limpahan penonton baru akan mengalir deras ke Mataram setelah di sana terisi 100 persen.
Ketua AHM I Made Adiyasa mengatakan, landainya pemesanan awal ini disebabkan pergeseran pola perilaku konsumen.
Wisatawan kini cenderung menghindari pemesanan jangka panjang.
"Tahun ini dinamikanya masih sama. Meski pun minat ada, perputaran kapital di sektor akomodasi kota Mataram berjalan lebih lambat di fase awal ini," jelas Adiyasa.
Baca Juga: KKN FISIP UB Audiensi dengan Wabup Lombok Utara, Siapkan Program Pengabdian di Desa Bayan
Editor : Akbar Sirinawa