LombokPost – SMARTFREN Run 2026 membuktikan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga berskala besar dapat berlangsung tanpa menghasilkan sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Melalui penerapan konsep Zero Waste to Landfill, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) berhasil mengelola seluruh sampah yang dihasilkan selama kegiatan secara terintegrasi sekaligus mencegah emisi gas rumah kaca hingga hampir 4 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e).
Event yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 5 Juli 2026 itu diikuti sekitar 7.500 peserta. Selama penyelenggaraan, tercatat sebanyak 2.190,1 kilogram atau 2,19 ton sampah berhasil dikelola tanpa satu pun dikirim ke TPA.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi SMARTFREN bersama Waste4Change dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis Zero Waste to Landfill sebagai bagian dari implementasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) XLSMART.
Director & Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys mengatakan, keberhasilan sebuah event kini tidak lagi hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi juga dari dampak yang ditinggalkan terhadap lingkungan.
"Keberhasilan mengelola lebih dari dua ton sampah tanpa satu pun berakhir di TPA menunjukkan bahwa event berskala besar dapat diselenggarakan secara lebih bertanggung jawab apabila prinsip keberlanjutan diterapkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan," ujarnya.
Baca Juga: Paket Unlimited Smartfren Murah Mulai Rp25 Ribuan, Internetan Sepuasnya Tanpa Takut Kuota Habis
Menurut Merza, SMARTFREN Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga media untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
"Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi lebih banyak komunitas maupun penyelenggara event agar menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab," tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, panitia menempatkan fasilitas pemilahan sampah di berbagai titik strategis. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Material Recovery Facility untuk dipilah berdasarkan jenis material sebelum diproses lebih lanjut.
Baca Juga: SMARTFREN Fun Run Manado 2026 Gaet Ribuan Peserta, Perkuat Jaringan Digital dan Gaya Hidup Aktif
Material yang masih memiliki nilai ekonomi disalurkan kepada mitra daur ulang. Sampah organik diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF), sedangkan sampah residu diproses menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif.
Dari total sampah yang terkumpul, sekitar 1,19 ton atau 54,2 persen berhasil didaur ulang. Sebanyak 370 kilogram atau 16,9 persen diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan melalui budidaya BSF, sementara 634 kilogram atau 29 persen diproses menjadi RDF. Dengan sistem tersebut, seluruh sampah berhasil dialihkan dari TPA.
Pengelolaan tersebut juga memberikan dampak nyata terhadap lingkungan. Berdasarkan hasil penghitungan, sistem tersebut mampu mencegah emisi gas rumah kaca hingga 3.996 kilogram CO2e, atau hampir setara 4 ton CO2e.
Selain pengolahan sampah, edukasi kepada peserta juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan SMARTFREN Run 2026. Petugas ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu peserta, kru, tenant, dan mitra memilah sampah sesuai kategorinya sehingga proses pemilahan telah dilakukan sejak dari sumber.
Baca Juga: SMARTFREN Angkat Realita Anak Muda Mengejar Mimpi lewat Web Series “Yang Penting Ada Cinta”
Marketing Communication & Partnership Manager Waste4Change Pandu Priyambodo mengatakan, pengelolaan sampah pada event berskala besar memerlukan sistem yang dirancang sejak awal.
"Kolaborasi bersama SMARTFREN menunjukkan bahwa pemilahan dan pengolahan yang terintegrasi dapat mengalihkan seluruh sampah dari TPA serta menghasilkan dampak lingkungan yang terukur," katanya.
Editor : Rury Anjas Andita