OJK dan Pemprov NTB Dorong Budaya Menabung Masyarakat Desa

Ferial Ayu • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 04:56 WIB
WORKSHOP: Suasana kegiatan co-creation workshop Program Desa Berdaya yang digelar OJK NTB, Rabu (29/7). (IST/LOMBOK POST)
WORKSHOP: Suasana kegiatan co-creation workshop Program Desa Berdaya yang digelar OJK NTB, Rabu (29/7). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Pemerintah Provinsi NTB bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Women's World Bank mengakselerasi penguatan akses keuangan bagi masyarakat pedesaan.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui co-creation workshop Program Desa Berdaya, Rabu (29/7). Bertajuk mekanisme penguatan perilaku menabung dan transaksi digital Desa Berdaya.

Workshop kolaboratif ini menyasar penguatan literasi dan ekosistem transaksi digital bagi masyarakat kategori kemiskinan ekstrem (Desil 1). 

Fokus utamanya, mengubah pola pikir finansial warga di empat desa piloting di NTB. Di antaranya, Lendang Nangka Utara, Mangkung, Mekarsari, dan Buwunmas.

Baca Juga: Gebrak Pasar Nasional, Motor Listrik Buatan Indonesia Charged Ndara Unjuk Performa 11 kW

Kepala Bidang PSDI Disperindag NTB Agus Hidayatulloh menegaskan komitmen penuh terhadap program prioritas gubernur ini.

“Program Desa Berdaya merupakan langkah strategis untuk memastikan pelayanan pemerintah hadir langsung di tengah warga. Kami mendukung penuh sinergi ini demi mendorong pembangunan perdesaan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Agus.

Perwakilan OJK Fajar Purnama menjelaskan, program piloting ini berfokus membentuk kebiasaan menabung dan transaksi digital secara berkelanjutan.

Sinergi multipihak ini merumuskan dua pondasi utama dalam mempercepat pengentasan kemiskinan perdesaan.

Baca Juga: Sajang Coffee Promosikan Sembalun Lewat Secangkir Kopi

“Hal ini dilakukan melalui pendampingan intensif dari pemerintah, komunitas, dan lembaga keuangan,” ujarnya.

Tim Ahli Gubernur NTB mencatat ada 6.337 KK sasaran kemiskinan ekstrem. Terdapat 5.162 proposal final atau 81,5 persen yang lolos verifikasi dari kabupaten/kota se-NTB dan siap menerima intervensi program.

 Dari hasil verifikasi ada 105 KK tidak disetujui dan ada 1.070 KK tidak diusulkan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang membedah akar penyebab, dan bentuk masalah.

Termasuk dampak yang dihadapi masyarakat sasaran kemiskinan ekstrem (Desil-1) di Desa Berdaya. 

Dari diskusi tersebut, para peserta merumuskan solusi strategis yang fokus pada dua pilar utama. Yakni pembentukan ekosistem perubahan perilaku menabung dan penguatan ekosistem pelayanan keuangan perdesaan.

Baca Juga: Flagship Terbaru 5 Smartphone ini Bakal Head to Head di Bulan September 2026

Usai pemetaan masalah di lapangan, para pendamping Desa Berdaya menyusun formulasi solusi. Kemudian divalidasi langsung tim untuk menjadi pilot project.

Melalui kolaborasi sinergis ini, program pendampingan diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat rentan.

 “Sehingga mereka dapat terus dikawal dan dibantu untuk menjadi komunitas yang berdaya,” katanya.

Ke depan, hasil rumusan ini dirancang menjadi pilot project yang berkesinambungan. Sebagai acuan kerja bagi para pendamping sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan program.

Baca Juga: Rumah Jahit Sofizia Ciptakan Fesyen Ecoprint Mewah

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
menabung desa berdaya transaksi digital OJK NTB Pemprov NTB