LombokPost – Para pelaku bisnis daerah ditantang untuk memperluas jangkauan investasi ke sektor pangan, agribisnis, agromaritim, hingga agroforestri sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Di tengah gejolak ekonomi global, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya untuk memberikan kepastian hukum dan iklim usaha bagi para investor.
Terutama yang ingin menggarap potensi rantai pasok pangan.
“Arah pembangunan NTB kini bergerak memperkuat ketahanan pangan dan agribisnis yang terintegrasi,” ujarnya.
Baca Juga: Selain BTS, Enam Musisi Papan Atas Ini Lebih Dulu Boikot Grammy Awards
Data pemerintah menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) NTB telah mencapai 131, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) berada di angka 135.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Melihat potensi tersebut, gubernur mengajak kalangan usaha memperluas investasi pada sektor pangan dan agribisnis.
Baca Juga: BTS Mundur dari Grammy 2027, Media Asing Sebut Pukulan Telak Bagi Recording Academy
Sektor yang memiliki prospek jangka panjang sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Pemprov NTB juga terus memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM melalui pengembangan koperasi multipihak.
Sistem ini dirancang untuk menghubungkan petani, investor, lembaga pembiayaan, hingga pasar dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Kepala BPS NTB Wahyudin mencatat NTP NTB periode Juni 2026 melambung tinggi hingga 130,95 poin.
Jumlah ini naik 0,39 persen dibanding bulan sebelumnya dan berada di atas rata-rata nasional.
Lonjakan indikator daya beli masyarakat perdesaan ini didorong performa impresif Subsektor Hortikultura yang menyentuh angka 244,84 poin. Disusul Tanaman Pangan 121,00 poin, Peternakan 116,13 poin, serta Perikanan 108,85 poin.
Baca Juga: Pojok Baca Sangkareang Cuma Jadi Pajangan, Ismul Hidayat Desak Pemkot Alih Fungsi Jadi Musala
Sejalan dengan itu, NTUP juga kokoh di angka 135,74 poin. Hal tersebut mencerminkan peningkatan efisiensi sekaligus keuntungan modal usaha tani di NTB.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan