LombokPost– Di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi dan tekanan daya beli, daya tahan finansial masyarakat Indonesia dinilai masih relatif stabil. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan nasabah perbankan dengan saldo di bawah Rp 100 juta tetap mengalami pertumbuhan sebesar 5,16 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga Juni 2026.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa tren positif ini terjadi hampir di seluruh tingkatan nominal simpanan. Fenomena tersebut menandakan indikasi kuat bahwa daya simpan masyarakat masih terkelola dengan baik.
”Hal ini memberikan indikasi bahwa secara agregat kemampuan menabung di semua kelompok masih terjaga dari waktu ke waktu,” ujarnya di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Rincian Pertumbuhan Tabungan Nasabah Perorangan
Berdasarkan data resmi LPS, pertumbuhan simpanan perorangan terbagi dalam beberapa segmen nominal:
- Saldo di bawah Rp 5 juta: Tumbuh 7,36 persen (YoY).
- Saldo Rp 5 juta – Rp 10 juta: Meningkat 10,01 persen (YoY).
- Saldo Rp 100 juta – Rp 200 juta: Naik 4,20 persen (YoY).
- Saldo Rp 200 juta – Rp 500 juta: Tumbuh 3,07 persen (YoY).
- Saldo Rp 500 juta – Rp 1 miliar: Meningkat 2,32 persen (YoY).
Sementara itu, untuk kelompok tabungan bernominal jumbo, saldo Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar mencatatkan pertumbuhan 2,67 persen, dan kelompok Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar naik 4,78 persen.
Adapun simpanan dengan saldo di atas Rp 5 miliar mengalami lonjakan paling signifikan, yakni mencapai 15,44 persen. Lonjakan tertinggi pada segmen ini didominasi oleh penempatan dana korporasi.
Tegaskan Kemampuan Menabung Masyarakat Masih Terjaga
Dalam kesempatan tersebut, Anggito turut menepis kekhawatiran publik terkait isu penurunan rata-rata saldo tabungan kecil yang terjadi sejak 2018. Menurutnya, LPS berpijak pada data agregat terbaru yang terintegrasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta Kementerian Keuangan.
Pemantauan komprehensif ini mencakup evaluasi secara berkala terhadap sekitar 696 juta rekening perbankan di Indonesia.
”Kami melihat satu per satu rekeningnya menggunakan data resmi. Secara agregat, simpanan di bawah Rp 100 juta masih tumbuh 5,16 persen secara tahunan,” jelasnya.
Pertumbuhan merata di seluruh lini simpanan ini dinilai menjadi penopang utama bagi ekspansi Dana Pihak Ketiga (DPK) di industri perbankan nasional.
”Semua segmen meningkat, termasuk simpanan di atas Rp 5 miliar yang tumbuh 15,44 persen dan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan DPK,” pungkasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post