Semester I 2026, Volume Transaksi QRIS Tumbuh 100 Persen Capai 12,55 Miliar

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:59 WIB
Bukan hanya jago kandang, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sekarang telah berhasil tembus ASIA, bukti teknologi digital Indonesia diakui dunia.
Bukan hanya jago kandang, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sekarang telah berhasil tembus ASIA, bukti teknologi digital Indonesia diakui dunia.

LombokPost— Penggunaan metode pembayaran nontunai berbasis kode respons cepat mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang paruh pertama tahun ini. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kian mengukuhkan diri sebagai tulang punggung transaksi digital nasional.

Sepanjang semester I 2026, volume transaksi melalui QRIS melonjak hingga 12,55 miliar transaksi. Angka itu tumbuh 100,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, lonjakan tersebut menunjukkan pembayaran digital telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. QRIS tidak lagi sekadar alternatif, melainkan telah menjadi gerbang utama ekonomi dan keuangan digital Indonesia.

”QRIS menjadi gerbang ekonomi digital sekaligus pengubah keadaan bagi ekonomi dan keuangan digital nasional,” ujarnya di sela Prima Executive Gathering 2026 di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/8/2026), seperti dilansir Antara.

Eskalasi kinerja pembayaran digital ini juga tecermin secara paralel dari nominal perputaran uang. Tak hanya dari sisi volume, nilai transaksi juga melonjak signifikan. Hingga akhir Juni 2026, nilai transaksi QRIS mencapai Rp 600,69 triliun, meningkat 89,52 persen secara tahunan.

Menurut Filianingsih, pertumbuhan tersebut mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin nyaman meninggalkan uang tunai dan beralih ke pembayaran berbasis pemindaian kode menggunakan telepon pintar.

Dari sisi jangkauan, ekosistem QRIS juga terus meluas. Saat ini layanan tersebut telah digunakan sekitar 66 juta pengguna dan diterima di 44,86 juta merchant di seluruh Indonesia.

Bank Indonesia menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 70 juta dengan 47 juta merchant hingga akhir 2026. Dengan capaian hingga pertengahan tahun, target tersebut dinilai berada di jalur yang tepat.

Untuk volume transaksi, BI membidik 17 miliar transaksi sepanjang 2026. ”Artinya, realisasi semester pertama telah mencapai hampir tiga perempat dari target tahunan,” imbuhnya.

Keberhasilan adopsi teknologi pembayaran ini dinilai tidak terlepas dari keandalan arsitektur jaringan yang saling terhubung. Filianingsih menjelaskan, salah satu kekuatan utama QRIS terletak pada sistem yang terintegrasi dan interoperabel.

”Dengan interoperabilitas tersebut, satu kode dapat dipindai oleh aplikasi dari berbagai bank maupun penyedia jasa pembayaran,” katanya.

Saat ini, ekosistem QRIS didukung 96 bank, 60 lembaga nonbank, serta empat lembaga switching yang memproses transaksi pembayaran.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Bank Indonesia QRIS