Target NTB, Investasi UMKM Tembus Rp 1 Triliun

Ferial Ayu • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 13:38 WIB
PERLUASAN PASAR: Salah satu UMKM NTB yang tengah melayani konsumen dalam kegiatan bazar di halaman parkir Lombok Epicentrum Mall (LEM), belum lama ini. (FERIAL/LOMBOKPOST)
PERLUASAN PASAR: Salah satu UMKM NTB yang tengah melayani konsumen dalam kegiatan bazar di halaman parkir Lombok Epicentrum Mall (LEM), belum lama ini. (FERIAL/LOMBOKPOST)

LombokPost – Provinsi NTB menargetkan investasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp 1 triliun hingga akhir 2026.

Target tersebut didorong melalui penguatan akses pembiayaan, digitalisasi transaksi, legalitas produk, pengembangan ekspor, hingga perluasan jaringan pemasaran.

Strategi itu menjadi bagian dari upaya menjadikan UMKM NTB sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih di tengah tantangan keterbatasan anggaran pembinaan.

Salah satu langkah yang mulai berjalan adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTB Syariah yang telah diimplementasikan sejak Juli 2026.

Baca Juga: Bale KITA Bakal Hadir di Mandalika Experiences

Skema ini memanfaatkan riwayat transaksi digital berbasis QRIS sebagai dasar penilaian kelayakan calon penerima pembiayaan.

Data Pemprov NTB menunjukkan sekitar 13 ribu pelaku UMKM telah menggunakan QRIS. Basis data transaksi tersebut dinilai mampu mempercepat proses analisis usaha.

Sekaligus membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum tersentuh layanan perbankan.

Contohnya, pelaku UMKM di Pulau Lombok tercatat melakukan 746 transaksi QRIS dalam satu bulan. Aktivitas tersebut menjadi indikator usaha yang aktif sehingga berpotensi memperoleh fasilitas KUR.

Baca Juga: Kunci Sukses Tuan Rumah PON 2028, Tidak Ada Tumpang Tindih Peran

Pada tahap awal, pembiayaan difokuskan untuk KUR Super Mikro dengan plafon lebih dari Rp 10-15 juta. Sebelum dilanjutkan ke skema KUR Mikro dengan nilai yang lebih besar sesuai ketentuan pemerintah.

Tidak hanya pembiayaan, Pemprov NTB juga memperkuat daya saing produk melalui pendampingan Desa Ekspor.

Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas pelaku usaha, standardisasi mutu, hingga konsolidasi produksi.

“Tujuannya, agar mampu memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar secara berkelanjutan,” ujar Ketua Harian Dekranasda NTB Lalu Wiranata.

Model konsolidasi dilakukan dengan menghimpun pelaku usaha yang menghasilkan produk serupa. Sehingga kapasitas produksi meningkat dan pasokan lebih stabil sepanjang tahun.

Skema ini diharapkan mengatasi persoalan produksi yang selama ini masih bersifat musiman.

Baca Juga: Abd Rachman Minta Kader Tidar NTB Manfaatkan Tunas 1 dan 2 untuk Bangun Jejaring Nasional

Di sisi pemasaran, produk UMKM NTB terus diperkenalkan melalui kerja sama dengan ritel modern, termasuk Uniqlo. Serta penyediaan ruang promosi di bandara, kawasan ekonomi khusus, dan destinasi wisata.

Pemerintah juga memperluas perdagangan antardaerah melalui pasar lelang yang mampu membukukan transaksi hampir Rp 1 miliar dalam sehari.

“Ini sekaligus membuka peluang pasar baru bagi komoditas unggulan NTB,” sambung Kepala Disperindag NTB ini.

Salah satu program yang terus diperkuat adalah kurasi produk melalui Bale KITA. Bale KITA menjadi etalase produk-produk UMKM lokal yang telah memenuhi standar kualitas dan keaslian produk.

Baca Juga: Kumpulkan Kader Se-NTB! Tidar Mataram Gembleng Pemuda Jadi Garda Terdepan Gerindra

Bagi pelaku usaha yang produknya belum memenuhi standar, pemerintah memberikan pembinaan.

Tujuannya, agar mampu meningkatkan kualitas dan daya saing hingga menembus pasar nasional maupun internasional.

Lebih lanjut dikatakan Wiranata, pihaknya optimis target investasi UMKM tahun 2026 dapat tercapai.

Sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
UMKM investasi UMKM NTB pembiayaan usaha