Targetkan 20 Ribu Kunjungan, MIF 2026 Usung Inovasi Sains, Budaya, dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Ferial Ayu • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:18 WIB
JUMPA PERS: Direktur MIF Sirajudin (tengah) berfoto bersama usai jumpa pers terkait pelaksanaan MIF 2026, di Mataram, Rabu (12/8).
JUMPA PERS: Direktur MIF Sirajudin (tengah) berfoto bersama usai jumpa pers terkait pelaksanaan MIF 2026, di Mataram, Rabu (12/8).

LombokPost – Mandalika International Festival (MIF)  kembali hadir dengan wajah yang lebih berani tahun ini.

Memasuki edisi kelima, festival yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini, tak lagi sekadar menawarkan pertunjukan seni dan budaya.

Tahun ini, sains, teknologi, pendidikan, hingga penguatan ekonomi lokal menjadi bagian penting dari panggung festival. MIF 2026 dijadwalkan berlangsung sejak 22–25 Oktober 2026.

Mengusung tema ‘Mandalika Wonderful Indonesia’ ajang ini diarahkan menjadi ruang kolaborasi internasional yang mempertemukan seniman, akademisi, ilmuwan, mahasiswa, media, pelaku usaha, hingga komunitas kreatif.

Baca Juga: Satu Kebun Tiga Cuan Ala Kopi Andalan Pawang Tenun

Direktur MIF Sirajudin mengatakan, MIF sejak awal dirancang bukan sebagai lembaga bisnis, melainkan wadah kolaborasi dan jejaring.

“Kami merancang MIF sebagai rumah besar bagi media, seniman, akademisi, ilmuwan, hingga mahasiswa untuk belajar, berkarya, dan menampilkan potensi terbaik mereka ke panggung dunia,” ujar Sirajudin, Rabu (12/8).

Festival ini diselenggarakan Mandalika International Festival Event Management bersama PT Kurnia Indonesia Senyum Indah sebagai mitra pelaksana.

Dukungan juga datang dari Dewan Pembina yang terdiri dari Gubernur NTB, Bupati Lombok Tengah, Kepala Dinas Pariwisata NTB, serta Direktur Poltekpar Lombok.

Baca Juga: PEKKA Lobar Ubah Lahan Kosong Jadi Mesin Cuan

Kehadiran MIF sekaligus diarahkan mendukung promosi kawasan yang dikelola Injourney Tourism Development Corporation (ITDC).

Sekaligus menjadi bagian dari rangkaian agenda menyambut MotoGP dan peringatan HUT NTB serta HUT Lombok Tengah.

Persiapan penyelenggaraan kini disebut telah mencapai 70 persen. Targetnya pun meningkat tajam. Panitia membidik 20 ribu pengunjung, dua kali lipat dari capaian tahun sebelumnya sekitar 10 ribu orang.

Tak hanya jumlah pengunjung, target digital juga dipasang tinggi.

MIF membidik 1,5 juta owned social impressions, 750 ribu short-form video views, 300 creator/UGC outputs, 50 ribu kunjungan landing page, serta 60 media coverage points.

Kata Sirajudin, hal yang membedakan MIF 2026 adalah masuknya unsur Knowledge, Science, and Technology.

Baca Juga: Polres Lotim Perkuat Peran Masyarakat Jaga Kamtibmas

Salah satunya melalui APIEM International Event Course & Certification, program sertifikasi internasional manajemen acara hasil kolaborasi dengan Asia Pacific Institute for Events Management (APIEM) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Ada pula International Conference & Call for Papers bertema Collaboration, Creativity, and Connectivity for Tourism and Events Sustainability Development pada 23 Oktober.

Program akademik tersebut terintegrasi dengan jurnal terindeks Scopus hasil kolaborasi dengan Universitas Teknologi Malaysia.

Sains juga hadir dalam bentuk hiburan. Pertunjukan robotik dari tim asal Surabaya akan menampilkan atraksi bermain bola basket di panggung festival.

Baca Juga: Satu Penumpang KMP Putri Yasmin Meninggal Dunia, Dua Korban Lain Dirawat di RSUP NTB

Mahasiswa dari berbagai negara juga diberi ruang melalui International Planning Conference Competition. Rancangan terbaik nantinya menjadi panduan penyelenggaraan konferensi MIF 2027.

Sementara panggung kreativitas tetap dipertahankan melalui Mandalika Song, Mandalika Dance, Mandalika Fashion, dan Conference Competition.

Peserta diseleksi hingga menyisakan Best 3 yang akan tampil pada Mandalika Grand Show, 24 Oktober.

Malam puncak juga akan dihiasi Gendang Beleq, Peresean, Tari Mandalika, serta penghargaan bagi pemenang dengan total hadiah awal Rp 10 juta.

Namun, MIF tidak ingin berhenti pada panggung dan sorotan kamera. Dampak ekonomi bagi masyarakat lokal menjadi target penting.

Melalui program Mandalika and Sumbawa Tour, wisatawan diarahkan mengunjungi desa wisata, berbelanja produk lokal, dan menikmati destinasi seperti Sukarara, Sade, Pantai Kuta, Bukit Merese, kawasan Gili, hingga Sembalun.

Baca Juga: Gubernur NTB dan Komisi VII DPR RI Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Di area festival, UMKM mendapat ruang melalui booth kuliner, kerajinan, fashion, wellness, souvenir, hingga business matching dan product sampling.

“MIF adalah kegiatan sosial yang mendukung bisnis-bisnis lokal seperti UMKM, hotel, dan restoran. Kami berprinsip untuk menciptakan produk lokal yang mampu bersaing secara global,” pungkas Sirajudin.

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Mandalika International Festival 2026 Mandalika International Festival budaya teknologi sains