Inovasi Olahan Lele Lingsar Tembus Pasar Oleh-Oleh Khas Lombok

Ivan.Mardiansyah • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:50 WIB
Dosen Unram Dr. Laily dorong olahan lele Lingsar jadi sambal lele frozen food. Produk Kelompok Aiq Ambur siap tembus toko oleh-oleh Lombok.
Dosen Unram Dr. Laily dorong olahan lele Lingsar jadi sambal lele frozen food. Produk Kelompok Aiq Ambur siap tembus toko oleh-oleh Lombok.

 

LombokPost- Melimpahnya hasil panen ikan lele di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, kini tidak lagi dijual murah dalam kondisi segar. Melalui sentuhan inovasi akademisi, komoditas perikanan air tawar ini berhasil disulap menjadi olahan bernilai tinggi berupa sambal lele kekinian. Langkah kreatif ini terbukti ampuh mendongkrak pendapatan sekaligus memperpanjang daya simpan produk lokal.

Inisiatif perubahan ini dipelopori oleh tim pengabdian masyarakat dari Universitas Mataram yang menggandeng Kelompok Aiq Ambur di Desa Peteluan Indah. Melalui program transfer pengetahuan, para peternak diajarkan cara mengolah daging ikan lele segar menjadi sambal lele siap saji berkonsep frozen food. Produk yang diberi nama SALE ini memadukan gurihnya daging ikan lele dengan cita rasa pedas khas cabai lokal.

Persoalan utama peternak selama ini adalah harga jual ikan lele segar yang tergolong stagnan serta daya simpannya yang sangat terbatas. Ketua Tim Pengabdian Universitas Mataram Dr. Laily Fitriani Mulyani, S.Pi., MP. menegaskan pentingnya perubahan pola pikir peternak. "Tujuan utama pengabdian ini adalah memberikan nilai tambah (added value) pada komoditas perikanan lokal," tegas Laily.

Baca Juga: Batal Dipinjamkan, Endrick Pilih Bertahan di Real Madrid demi Jose Mourinho

Penanganan pascapanen yang tepat menjadi kunci utama dalam meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan lele di Desa Peteluan Indah. Menurut Laily, potensi ekonomi ikan lele akan jauh lebih optimal jika disentuh dengan teknologi pengolahan modern. "Selama ini warga menjual lele dalam kondisi mentah. Padahal, jika diberi sentuhan inovasi dan teknologi pengolahan yang tepat menjadi produk olahan awet, nilai jualnya bisa meningkat berkali-kali lipat dan secara langsung mengangkat perekonomian warga," lanjut Laily.

Kehadiran inovasi sambal lele berkonsep frozen food menjadi jawaban atas keresahan warga yang kerap mengalami kerugian saat panen raya. Selain daya tahan hingga lebih dari satu tahun di dalam pembeku, Kelompok Aiq Ambur juga dibekali pendampingan intensif terkait branding dan teknik pengemasan modern. Sambal lele dikemas menggunakan standing pouch aluminium foil kedap udara berukuran 100 gram dan 200 gram.

Baca Juga: Vinicius Jr Resmi Perpanjang Kontrak di Real Madrid Hingga Tahun 2032

Langkah modernisasi kemasan ini dirancang agar produk sambal lele karya warga Desa Peteluan Indah tidak hanya dijual di pasar tradisional. Produk frozen food ini diproyeksikan mampu menembus etalase toko oleh-oleh khas Lombok hingga menjangkau konsumen nasional melalui platform e-commerce. Pemasaran secara daring dipastikan akan memperluas jangkauan pasar produk lokal ini secara signifikan.

Warga Kelompok Aiq Ambur menyambut baik pelatihan pengolahan ikan lele menjadi produk frozen food bernilai jual tinggi tersebut. Ke depan, keberlanjutan program ini diharapkan bisa menjadi pemicu kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkesinambungan. "Kami berharap keberlanjutan inovasi SALE ini dapat terus dijaga dan menjadi salah satu produk kebanggaan desa yang berdaya saing tinggi," harap Laily.

Ke depan, produk SALE hasil kreasi Kelompok Aiq Ambur diproyeksikan menjadi komoditas frozen food unggulan baru yang wajib dibeli oleh para wisatawan. Seiring meningkatnya kunjungan wisata ke Nusa Tenggara Barat, olahan sambal lele unik dari Desa Peteluan Indah ini optimistis mampu bersaing di pasar oleh-oleh khas Lombok.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
oleh-oleh khas lombok ikan lele Desa Peteluan Indah frozen food Lingsar