Ekonomi Thailand Tumbuh 1,9 Persen pada Kuartal II-2026, Lampaui Ekspektasi

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:48 WIB
SIAP MENDARAT: Pesawat mengudara di atas jalan yang dipadati pengedara di Chiang Mai, Thailand, Selasa (7/4). (ANTHONY WALLACE/AFP)
SIAP MENDARAT: Pesawat mengudara di atas jalan yang dipadati pengedara di Chiang Mai, Thailand, Selasa (7/4). (ANTHONY WALLACE/AFP)

LombokPost – Perekonomian Thailand menunjukkan sinyal pemulihan pada kuartal II-2026. Meskipun belum sepenuhnya terbebas dari tekanan, kinerja ekonomi Negeri Gajah Putih tercatat tumbuh 1,9 persen secara tahunan (year-on-year).

Capaian ini relatif lebih baik dari perkiraan pasar, meski di tengah pelemahan konsumsi masyarakat dan investasi publik.

Melansir laporan Reuters, realisasi pertumbuhan ekonomi Thailand pada periode April–Juni 2026 tersebut berhasil melampaui estimasi median para analis sebesar 1,7 persen.

Adapun secara kuartalan (quarter-on-quarter) dengan penyesuaian musiman, ekonomi Thailand mengalami terkontraksi 0,2 persen. Namun, angka kontraksi tersebut lebih tipis dibandingkan proyeksi awal yang diperkirakan mencapai 0,6 persen.

Seiring kinerja positif tersebut, Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Thailand sepanjang tahun 2026 menjadi 2,0–2,5 persen, naik dari perkiraan sebelumnya di kisaran 1,5–2,5 persen.

NESDC menjelaskan bahwa laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 utamanya didorong oleh peningkatan investasi swasta, belanja pemerintah, serta kinerja ekspor. Penguatan pada sektor investasi swasta menjadi penahan efektif terhadap penurunan investasi publik dan lesunya konsumsi rumah tangga.

Kepala NESDC, Danucha Pichayanan, optimistis momentum perbaikan ekonomi akan berlanjut pada periode berikutnya.

”EKonomi diperkirakan akan tumbuh lebih kuat pada kuartal ketiga dibandingkan kuartal kedua, yang sempat terpukul cukup keras oleh konflik di Timur Tengah,” ujar Danucha Pichayanan dalam sebuah taklimat resmi.

Dari sisi kebijakan moneter, ruang bagi Bank Sentral Thailand untuk melakukan penyesuaian dinilai masih terbuka lebar.

Kepala Riset Pasar Modal Kasikornbank, Kobsidthi Silpachai, memperkirakan suku bunga acuan akan dipertahankan di level 1,00 persen selama kurun waktu 12 bulan mendatang.

”Dengan melambatnya momentum inflasi dan pertumbuhan di bawah 2 persen secara tahunan, kebijakan moneter kemungkinan besar akan tetap tidak berubah, dengan suku bunga kebijakan di angka 1 persen selama 12 bulan ke depan,” kata Kobsidthi.

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
thailand Ekonomi