LombokPost-Ketua Kelompok Tani Milenial Riezka Rahmatiana mendukung penuh program swasembada bawang putih Sembalun.
Perempuan yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan ini mengaku bangga ikut terlibat langsung dan menjadi bagian dalam mensukseskan program dari Presiden Prabowo Subianto itu.
''Bangga, bisa menjadi bagian dari menyukseskan program ini. Program yang selaras dengan cita-cita bangsa untuk mencapai swasembada pangan,'' katanya.
Baca Juga: Polri Genjot Swasembada Bawang Putih, Sembalun Jadi Sentra Produksi Nasional
Komoditi bawang putih yang saat ini tengah dikembangkan di Sembalun, diakuinya memiliki potensi pasar cukup besar.
Kebutuhan pasar akan komoditi yang satu ini hampir tidak pernah terputus. Bahkan sebelum program swasembada ini dicanangkan pemerintah pusat, kebutuhan dalam negeri saja masih mengandalkan pasokan dari luar negeri.
''Bawang putih, komoditi yang selalu ada di setiap masakan, jadi kebutuhannya penting sekali. Saat ini saja, produksi petani lokal masih belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasar bawang putih yang sangat tinggi,'' tandasnya.
Baca Juga: Profesor Berdampak Unram Bangkitkan Kembali Kopi Arabika Sembalun
Ia optimis, target swasembada bawang putih dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan. Di mana, Sembalun menjadi sebagai salah satu kawasan andalan berkat dukungan kondisi geografis dan ketinggian wilayahnya.
''Geografis Sembalun itu sangat cocok untuk pengembangan komoditas ini,'' katanya yakin.
Program pengembangan bawang putih di Sembalun merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan dan pelaku usaha untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Acara tersebut disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto secara daring. Sementara di lokasi hadir langsung Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI, Titik Soeharto serta 17 Kapolda.
Diapun mendukung penuh, program kedaulatan pangan, satu dari delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) pemerintah. Termasuk wasembada komoditas bawang putih. Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur yang ditetapkan sebagai salah satu sentra utama pengembangan bawang putih nasional diharapkan mampu menjadi bagian dari sejarah swasembada yang dicanangkan pemerintah.
''Kami tahu program ini diinisiasi Polri yang sebelumnya telah terbukti sukses merealisasikan program penanaman dan panen raya jagung guna mendukung swasembada pangan nasional. Itu yang mendorong kami juga terjun mendukung langsug di lapangan,'' katanya lagi.
Baca Juga: Bawang Putih Sembalun Kini Jadi Pasta Premium, Buka Peluang Cuan Baru KWT Segara Muncar
Sepanjang tahun 2025, Polri mencatat hasil panen jagung sebanyak 3,9 juta ton dari luas lahan 661.112 hektare, serta melanjutkan target jutaan hektare dan ekspor perdana ke Malaysia pada 2026.
Kali ini Polri menargetkan untuk swasembada bawang putih yang programnya sudah mulai dibangun pada tahun 2025 di Sembalun, Lombok Timur.
Selain NTB, ada 16 provinsi lain yang turut serta dalam program nasional ini, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Maluku.
''Kami juga mengapresiasi Kapolri yang membangun gudang ketahanan pangan. Nantinya gudang ini digunakan untuk kebutuhan penyimpanan bawang putih di Sembalun,'' tambahnya. (far)
Editor : Jelo SangajiSumber : Lombok Post