LombokPost – Event MotoGP di Sirkuit Mandalika diprediksi meningkatkan pergerakan kendaraan di Lombok.
Mengantisipasi lonjakan itu, Pertamina mulai memasang strategi pengamanan pasokan energi.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah memetakan potensi kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (Elpiji) menjelang MotoGP Mandalika.
Titik-titik strategis, terutama kawasan akomodasi penonton dan sentra kuliner, menjadi perhatian utama.
Baca Juga: Soto Bathok, Kuliner Murah Meriah Kuah Segar Khas Jogja yang lagi Viral di Mataram
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, peningkatan konsumsi energi saat MotoGP merupakan pola yang berulang setiap tahun.
“Kita sudah petakan, termasuk persiapan kedatangan penonton dan wilayah sentra akomodasi. Potensi penambahan elpiji untuk kebutuhan UMKM kuliner juga sudah ditakar,” ujarnya.
Pertamina memproyeksikan konsumsi BBM meningkat sekitar 5 hingga 10 persen.
Sementara kebutuhan elpiji diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan kondisi normal.
Baca Juga: Menguak Keindahan Pulau Paserang
Lonjakan tersebut tidak hanya berasal dari mobilitas penonton.
Aktivitas UMKM kuliner yang meningkat selama event internasional juga berpotensi mendongkrak penggunaan elpiji.
Karena itu, Pertamina menyiapkan tambahan pasokan sekaligus menyesuaikan pola distribusi berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Khusus tiga hari utama balapan, Pertamina menyiapkan skenario distribusi berbeda.
Pengiriman BBM ke SPBU dan lembaga penyalur di sekitar kawasan Mandalika akan lebih banyak dilakukan pada malam hingga dini hari.
“Saat hari-hari balapan, pengiriman dilakukan malam hari supaya tidak mengganggu aktivitas masyarakat di siang hari. Dini hari kita kirim ke SPBU atau lembaga penyalur di sekitar sirkuit,” katanya.
Baca Juga: Prabowo Tambah Tiga Batalyon TNI dan Enam Helikopter Tangani Karhutla Kalimantan
Ahad juga menyinggung antrean kendaraan yang belakangan terlihat di sejumlah SPBU.
Menurutnya, antrean tidak serta-merta menunjukkan terjadinya kelangkaan BBM.
“Kalau masyarakat mengantre, tentunya masyarakat tahu barangnya ada. Jadi antrean itu menunjukkan masyarakat menunggu karena barangnya ada, bukan barangnya langka,” tegasnya.
Pertamina pun memperhitungkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi konsumsi energi. Termasuk kebutuhan musiman dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: TNI Perkuat Penanganan Karhutla, 66.510 Prajurit Siap Digerakkan ke Berbagai Wilayah
Penambahan armada angkutan distribusi akan dilakukan jika kondisi lapangan membutuhkan.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post