LombokPost – Semangkuk bakso bagi Zaskia bukan sekadar sajian untuk mengganjal lapar.
Di balik kuah hangat Bakso Emak Seteluk, tersimpan resep keluarga.
Sekaligus perjalanan panjang sebuah usaha yang tumbuh dari kebutuhan ekonomi rumah tangga.
Usaha itu dirintis Zaskia bersama suaminya ketika keduanya masih berstatus tenaga honorer.
Baca Juga: Produk Bale Rattan Lombok Tembus Etalase Amerika Serikat
Penghasilan yang diterima setiap tiga hingga empat bulan sekali membuat kebutuhan keluarga bersama dua anak tak selalu mudah dipenuhi.
Kondisi tersebut akhirnya mendorong Zaskia mencari sumber penghasilan lain.
Bakso dipilih karena makanan ini memiliki pasar yang luas.
Namun, modal utama Zaskia bukan hanya keberanian memulai usaha.
Baca Juga: Pertama di Lombok, INFORMA Electronics dan SELMA Hadirkan Elektronik dan Solusi Hemat Isi Rumah
Ia membawa resep turun-temurun milik sang ibu, sosok yang dikenal memiliki kemampuan memasak dan menjadi kepala tukang dalam acara adat istiadat di kampungnya di Sumbawa.
Dari rumah, Bakso Emak Seteluk awalnya dipasarkan secara daring berdasarkan pesanan.
Pelan-pelan, Zaskia mulai berjualan di pinggir jalan kawasan KTC.
Tantangan pun bermunculan, mulai dari keterbatasan modal, omzet yang belum stabil, persaingan, hingga minimnya pengetahuan mengelola keuangan dan pemasaran.
Zaskia dan suaminya memilih bertahan.
Respons positif pelanggan menjadi energi untuk terus memperbaiki usaha.
Baca Juga: Citroen C3 Sport Edition, Tampil Agresif dan Harga Ekonomis
Titik perubahan datang ketika Bakso Emak Seteluk mendapat pendampingan dari AMMAN.
Pendampingan tersebut tidak hanya berupa dukungan materi, tetapi juga ilmu mengenai pengelolaan keuangan, branding, logo, kemasan, media sosial hingga pembuatan website.
“Dukungan AMMAN inilah yang banyak mengubah bisnis kami lebih maju dan terus berkembang. Walau pun hanya dukungan ilmu dan pelatihan, tapi itu dapat merubah mindset kami tentang cara menjalankan usaha atau bisnis,” ujar Zaskia.
Sejak saat itu, bisnis yang semula dikelola sederhana mulai diarahkan lebih profesional. Dampaknya terlihat dari sejumlah pesanan besar.
Baca Juga: Xavi Espart Tampil Memukau Lawan Elche Hansi Flick Puji Ketenangan Bintang Muda La Masia
Bakso Emak Seteluk pernah dipercaya menjadi bagian katering pernikahan anak Bupati Sumbawa Barat.
Bahkan, seorang calon bupati pernah memesan hingga 1.000 porsi.
Momentum lain yang tak terlupakan terjadi saat tahun baru.
Zaskia mampu menjual 200 dandang mini dengan harga Rp250 ribu per dandang.
Capaian itu menjadi bukti bahwa usaha yang bermula dari dapur rumah mampu menemukan pasar yang lebih luas.
Kini, jangkauan Bakso Emak Seteluk bahkan melewati batas daerah.
Baca Juga: Range Rover GT, Kemewahan Sedan Fastback Bertemu DNA SUV
Melalui jaringan reseller, produknya telah dipasarkan hingga Hongkong.
Permintaan tersebut datang dari pekerja migran Indonesia yang merindukan cita rasa makanan dari tanah air.
Perjalanan itu membuat Zaskia melihat bakso bukan hanya sebagai sumber penghasilan keluarga.
Produk tersebut menjadi kendaraan untuk membawa resep sang ibu, identitas kuliner Seteluk, sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Baca Juga: Unram Kerahkan 61 Personel dan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Dari dapur sederhana, resep warisan keluarga terus bergerak mengikuti zaman.
Berawal dari kebutuhan memenuhi kebutuhan rumah tangga, Bakso Emak Seteluk kini menjelma menjadi produk lokal yang mampu membawa cita rasa Sumbawa hingga ke negeri orang.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post