LombokPost – NTB mengekspor tiga kontainer produk homedecor berbahan anyaman ketak ke Jerman, Belgia, dan Malaysia.
Anyaman ketak tersebut merupakan produksi PT Fatih Craft Lombok milik Safriadi, UMKM binaan Bank Indonesia (BI) NTB.
Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal secara simbolis melepas tiga kontainer tersebut.
Ia memberikan apresiasi kepada PT Fatih Craft Lombok yang dinilai berhasil menjaga warisan budaya.
Baca Juga: Permen Susu Tapir Barokah, Contoh Produk Lokal yang Sukses Naik Kelas
Sekaligus mengemasnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Ini merupakan langkah yang sangat baik dalam meningkatkan nilai tambah produk kerajinan khas NTB, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pengrajin lokal,” ujarnya.
Menurut Sinta, keberhasilan tersebut tidak sekadar berbicara mengenai ekspor produk. Lebih dari itu, langkah PT Fatih Craft Lombok turut membawa identitas dan kekayaan budaya NTB ke pasar dunia.
Produk yang dikirim menyasar Jerman dan Belgia yang dikenal memiliki standar kualitas tinggi, serta Malaysia.
Baca Juga: Mitsubishi Pajero Generasi Kelima Debut Global Awal September 2026
Penetrasi ke sejumlah negara tersebut menjadi bukti kerajinan lokal NTB mampu bersaing dari sisi desain, kualitas, hingga standar produk internasional.
Kepala Disperindag NTB Lalu Wiranata mengapresiasi pencapaian UMKM PT Fatih Craft Lombok.
Ia menilai ekspor tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan industri kerajinan daerah.
“Kerajinan ketak merupakan kekayaan budaya dan kearifan lokal NTB yang kini mampu diolah menjadi produk dekorasi rumah bernilai jual tinggi,” katanya.
Wiranata menegaskan, perpaduan antara kearifan lokal, inovasi desain, dan kualitas yang konsisten menjadi kunci membuka pasar global.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk, kemitraan, serta akses pasar internasional.
Baca Juga: Argentina dan Spanyol Ketiban Hukuman Lapangan dan Denda Dari FIFA
Keberhasilan PT Fatih Craft Lombok diharapkan menjadi pemantik bagi UMKM dan pengrajin lain di NTB untuk berani naik kelas.
Bukan hanya mempertahankan tradisi, tetapi menjadikannya kekuatan ekonomi, yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post